Ustaz Abdul Somad Ditolak UGM, Andi Arief: Rektor Larang Ceramah Kritis Karena Mau Jadi Menteri
Nasional
UGM Tolak Ustaz Abdul Somad

Politisi Partai Demokrat yang juga mantan Ketua Senat Mahasiswa FISIP UGM 1993-1994, Andi Arief, mengomentari sikap rektorat almamaternya lewat cuitan di akun Twitter pribadinya.

WowKeren - Pembatalan kuliah umum Ustaz Abdul Somad di Universitas Gadjah Mada (UGM) kini tengah ramai diperbincangkan. Banyak pihak yang mengkritik keputusan pimpinan UGM tersebut.

Salah satunya adalah politisi Partai Demokrat, Andi Arief. Andi yang merupakan mantan Ketua Senat Mahasiswa FISIP UGM 1993-1994 ini mengomentari sikap rektorat almamaternya lewat cuitan di akun Twitter pribadinya. Andi menilai bahwa pelarangan ceramah Ustaz Abdul Somad ini mencerminkan hilangnya jati diri UGM.

"Pelarangan ceramah cermin kehilangan jati diri UGM aslinya. UGM itu pertemuan semua gagasan untuk dipelajari, didebat atau diadili," cuit Andi pada Kamis (10/10). "Takdir jati diri UGM yang buruk sejak dulu sebagian para profesornya gampang digoda kekuasaan. Rektor berharap keberuntungan dua pendahulunya."

Selain itu, Andi juga menyebut bahwa rektor UGM melarang ceramah kritis lantaran ingin menjadi Menteri. Ia juga menyinggung soal Menteri era Presiden Soeharto, Emil Salim, yang terlibat debat panas dengan politisi DPR Arteria Dahlan.


Andi Arief

Twitter

"Dulu, para menteri dihadang mahasiswa kalau berkunjung ke UGM, sekarang rektor melarang ceramah kritis karena mau jadi menteri," lanjut Andi. "Dulu, pak Emil Salim kritis pada Soeharto soal korupsi, sekarang Pak Emil dihajar anggota DPR PDIP yang ngotot melemahkan lembaga anti korupsi."

Di sisi lain, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Aryani telah menjelaskan alasan dibatalkannya kuliah umum UAS yang rencananya akan digelar di Ruang Utama Masjid Kampus UGM pada Sabtu (12/10) tersebut. Iva menyebut bahwa keputusan itu diambil untuk menjaga keselarasan kegiatan akademik dan non-akademik dengan jati diri UGM.

"Hal tersebut (pembatalan kuliah umum Abdul Somad) dilakukan untuk menjaga keselarasan kegiatan akademik," pungkas Iva pada Rabu (9/10). "Dan kegiatan non-akademik dengan jati diri UGM."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts