Pria pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto, SA alias Abu Rara, sebelumnya pernah tinggal di Medan, Sumatera Utara, dan membuka usaha judi mesin ding-dong.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 11 Oktober 2019 - 11:10 WIB
WowKeren - Pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto telah diringkus polisi di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10). Pelaku penusukan tersebut merupakan pasangan suami istri bernama SA alias Abu Rara dan FA.
Sebelumnya, Abu Rara ternyata pernah tinggal di Medan, Sumatera Utara, tepatnya di Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli. Pria berusia 31 tahun tersebut rupanya memiliki keahlian dalam mengoperasikan komputer.
"Saya tahu, dia sering kami panggil Alam. Sebelum rumahnya digusur kena pembebasan tol, dia (Alam) sehari-harinya main komputer," jelas Ani, warga yang tinggal di dekat rumah kakak ipar Abu Rara, dilansir Sumut Pos, Kamis (10/10). "Tetapi, dia jarang bergaul keluar rumah."
Abu Rara telah bercerai dengan istri pertamanya dan memiliki dua orang anak perempuan. Meski kerap mengikuti jamaah pengajian, Abu Rara yang diduga masuk dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu selalu menutup diri di dalam rumah.
"Dulu, sebelum dia (Abu Rara) cerai dengan istrinya, sempat buka usaha judi mesin ding-dong," terang warga. "Pernah pun digerebek polisi. Setelah itu, kami lihat dia (Abu Rara) memilih untuk menekuni main laptop dan komputer di rumah."
Rumah Abu Rara rupanya terkena proyek jalan tol pada 2017 dan ia mendapat kompensasi ganti rugi. Abu Rara dan istri barunya lantas mengontrak sebuah rumah di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan.
"Kemudian karena cerai dengan istri pertama pindah ke Menes, difasilitasi oleh salah satu Abu Syamsuddin JAD dari Menes untuk tinggal," jelas BG usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/10). "Beberapa kegiatan yang bersangkutan sudah dideteksi dan sudah dalam pengembangan."
Di kawasan tempat tinggalnya yang baru, Abu Rara juga jarang bergaul dengan warga sekitar. Pasutri ini diketahui mengontrak rumah di Menes sejak Februari 2019 lalu. "Keseharian dia (Abu Rara) jarang gaul, paling keluar cuma beli makanan sama buang sampah aja," terang Ketua RT, Mulyadi.
Mulyadi menjelaskan bahwa di Kampung Sawah, Abu Rara tak pernah tampak ikut beribadah salat berjamaah, termasuk salat Jumat. Padahal, rumah kontrakan Abu Rara hanya berjarak 100 meter dari masjid. "Enggak ikut pengajian. Salat Jumat juga enggak pernah," jelas sang Ketua RT.
Abu Rara sendiri mengaku menjual pulsa dan berbisnis online kepada warga. Pasutri tersebut hanya keluar rumah untuk berbelanja saja.
"Sehari-hari (ngakunya) bisnis online aja. Enggak ada yang mencurigakan sih," pungkas Mulyadi. "Sehari-hari (istrinya) di rumah aja. Kesehariannya memang pakai cadar."
(wk/Bert)