Bus Zhong Tong sempat 'dilenyapkan' kala Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya sejumlah bus buatan Tiongkok itu sering mengalami kerusakan, mogok, bahkan terbakar sehingga mengancam keselamatan penumpang.
- Elvariza Opita
- Kamis, 17 Oktober 2019 - 10:33 WIB
WowKeren - Baru-baru ini armada bus TransJakarta tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya bus buatan Tiongkok, Zhong Tong, diketahui kembali beroperasi sejak Senin (14/10) kemarin.
Padahal, sebagai pengingat, bus ini sudah "dilenyapkan" dari peredaran oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kala itu Ahok kapok menggunakan bus Zhong Tong lantaran mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan penumpang.
Menanggapi kembalinya bus tersebut, Ahok pun angkat bicara. Kader PDI Perjuangan itu berharap agar keputusan pengoperasian bus Zhong Tong ini didasarkan pada kepentingan banyak orang.
Ahok juga berharap agar keselamatan penumpang menjadi perhatian utama. Pasalnya, ujar Ahok, bus Zhong Tong yang beroperasi pada eranya sering terbakar dan mogok.
"Asal bukan untuk kepentingan diri dan kelompok saja dalam memutuskan sesuatu," ujar Ahok, Rabu (16/10). "Tetapi untuk kepentingan dan keselamatan banyak orang."
Ahok pun mengibaratkan pengoperasian bus Zhong Tong dengan istilah kuno di luar negeri. Menurutnya, dalam konteks tersebut, orang yang miskin harus membeli barang terbaik agar bisa dipakai seumur hidup. Dengan kata lain, secara tersirat Ahok lebih mendukung pembelian bus dengan harga tinggi asal bisa bertahan jangka panjang.
"Kalau kaya, enggak masalah, tinggal beli lagi, ganti (kalau ada masalah)," tuturnya, seperti dilansir dari Kompas. "Kalau dasarnya untuk kenyamanan, keamanan, serta penghematan jangka panjang, masing-masing pikirannya beda."
Ia pun enggan berkomentar lebih banyak soal bus tersebut, apalagi bila armada yang beroperasi berpotensi mogok atau terbakar seperti dahulu. "Biar masyarakat yang menilai saja," pungkasnya.
Di sisi lain, PT TransJakarta pun mencoba mengklarifikasi masalah ini. Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas TransJakarta, Nadia Diposanjoyo, pun membenarkan bahwa perusahaannya mengoperasikan kembali bus yang sempat dinilai bermasalah tersebut. Namun, menurutnya, pengadaan bus ini merupakan pelaksanaan kontrak tahun 2013.
Tetapi Nadia memastikan bus Zhong Tong yang beroperasi saat ini sudah memenuhi standar pelayanan minimum (SPM) dari PT TransJakarta. Selain itu, operator Perum PPD sebagai penyedia bus Zhong Tong pun diklaim telah menyiapkan bus yang lebih berkualitas dibandingkan dengan merek serupa yang dioperasikan beberapa tahun lalu.
(wk/elva)