PDIP Promosikan Kepala Daerah Jadi Menteri, Ada Nama Tri Rismaharini
Nasional

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berbicara mengenai kematangan demokrasi dimana kepemimpinan nasional dibentuk mulai dari proses yang berlangsung di bawah.

WowKeren - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan jika akan ada kepala daerah yang dipromosikan untuk menjadi menteri di kabinet. Dikatakan Hasto, hal itu menunjukkan bahwa partai berlogo banteng dengan moncong putih tersebut mempertahankan tradisi demokrasi bawah.

"Nanti ada kepala daerah yang dipromosikan jadi menteri," kata Hasto di Surabaya, Jumat (18/10). "Ini sekaligus memperkuat tradisi demokrasi dari bawah yang dipelopori PDIP."

PDIP merupakan partai politik pengusung Joko Widodo alias Jokowi pada Pilpres April lalu. Sebagai partai pengusung calon yang menang, PDIP mendapat jaminan kursi terbanyak di kementerian nanti.

Meski demikian, Hasto tidak menutup lima pintu utama untuk merekrut calon menteri, termasuk dari PNS ataupun tokoh masyarakat. "Pintu tersebut adalah dari partai politik (kader internal), kalangan profesional, lalu kepala daerah, dan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta tokoh nasional dan tokoh masyarakat," ujar Hasto.


Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP telah memiliki pandangan lain terkait demokrasi. Menurutnya, kepemimpinan tingkat nasional perlu dibentuk mulai dari proses yang paling bawah. Seperti Jokowi yang sebelum menjadi seorang presiden, ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, Gubernur DKI Jakarta.

Hasto menuturkan bahwa sejumlah kepala daerah di Jawa Timur dianggap memiliki kapasitas mumpuni untuk mengemban tugas sebagai seorang menteri. Beberapa di antaranya Bupati Ngawi Budi Sulistyono alias Kanang, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Saat ini, Risma sendiri menjabat sebagai DPP Partai. Jika memang dianggap mumpuni, maka Risma akan diajukan melalui proses dialog.

"Sekarang Ibu Risma sudah menjadi Ketua DPP Partai. Kalau di dalam profiling presiden baik, tentu saja hal tersebut dikonsultasikan dan didialogkan ke Megawati Soekarnoputri," jelas Hasto. "Sebab, dalam proses pengajuan menteri tidak seperti pengajuan proposal tapi dengan dialog."

Sebelumnya beberapa waktu lalu, sempat mencuat isu yang menyebut bahwa Risma diusulkan menjadi kandidat menteri. Namun, Risma memilih untuk fokus menyelesaikan tugasnya sebagai wali kota.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait