Cerita Pastur Pernah Dicurhati Sulli Soal Depresi Usai Mencoba Bunuh Diri
Selebriti
Sulli Meninggal

Baru-baru ini pendeta Kim Hyungkook mengungkapkan bahwa Sulli pernah mengunjunginya dua tahun lalu dan mengaku syok setelah mendengar berita kematiannya.

WowKeren - Berita kematian Sulli pada Senin (14/10) terus menjadi sorotan publik. Banyak yang tidak percaya bahwa mantan personel girl grup f(x) itu meninggal dunia akibat bunuh diri.

Sulli ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kediamannya di kawasan Seongnam. Polisi menyatakan bahwa Sulli meninggal bunuh diri akibat menderita depresi berat diduga penyebab utamanya adalah komentar-komentar kebencian yang diterimanya semasa hidup. Menurut polisi, tidak ada tanda-tanda pembunuhan.


Baru-baru ini pendeta Kim Hyungkook mengungkapkan bahwa Sulli pernah mengunjunginya dua tahun lalu. Pendeta berbagi tentang pertemuannya dengan idol kelahiran 1994 itu.

"Keputusan seorang selebriti untuk mengambil nyawa mereka dilaporkan di berita. Aku telah melihat artikel semacam ini dari waktu ke waktu, tapi aku membiarkannya saja. Namun ini akan sulit bagiku saat ini. Sulli datang ke kantorku sekitar dua tahun yang lalu setelah diperkenalkan melalui teman."

"Ada kehidupan iman dan pengalaman spiritual, tapi perasaan tidak aman dan tidak berdaya dalam hidup tidak bisa dihindari. Dia mengungkapkan bahwa dia telah mencoba untuk mengakhiri hidupnya sebelumnya. Aku tidak mengira kondisinya buruk pada saat itu. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku bisa membalut lukanya saat itu, tapi akan lebih baik untuk menyelesaikan masalah yang paling dasarnya dulu."

"Aku menghubungkannya dengan kenalan lain dan merekomendasikan agar dia menghadiri pelajaran Alkitab dan ibadah. Aku berharap dia akan pulih sepenuhnya melalui pertemuan yang tulus dengan Tuhan. Tapi setelah beberapa kali hadir, dia tidak dapat melanjutkan karena alasan lain. Aku juga sering melihatnya melalui media dan siaran. Aku tidak tertarik sebelumnya, tapi setelah bertemu dengannya, aku menjadi cemas dan sedih mendengar berita tentangnya. Terkadang aku mengirim pesan teks atau surat karena khawatir, tapi aku tidak pernah menerima jawaban."

"Aku memiliki hati yang berat, berpikir bahwa aku mungkin tidak menanggapi seseorang yang mengalami krisis dengan lebih mendesak. Untuk memegang tangan seseorang dan melepaskannya. Pada kenyataannya, tidak ada orang seperti itu di sekitar kita. Mungkin hatiku sudah sangat kering sehingga aku tidak bisa mengenali masalah seperti itu. Aku berharap dia dapat beristirahat dengan tenang dalam pelukan Tuhan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...