Buah Hati Sering Ngamuk Dan Rewel? Tenang, Ikuti 7 Cara Tepat Atasi Tantrum Pada Anak Berikut
Lifestyle

Jika dibiarkan tantrum bisa menjadi kebiasaan buruk bagi buah hati. Para orang tua harus melakukan cara yang tepat untuk menghadapi tantrum pada anak. Penasaran apa saja?

WowKeren - Memiliki anak balita memang merupakan pengalaman yang luar biasa bagi banyak orang tua. Namun memiliki anak balita juga bisa membuat orang tua lelah, apalagi ketika sedang rewel atau tantrum.

Tantrum adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah. Tantrum biasanya dialami oleh anak yang berusia 1-4 tahun. Namun, tidak hanya pada anak-anak, orang dewasa pun bisa mengalami tantrum.


Tantrum umumnya disebabkan oleh terbatasnya kemampuan bahasa anak untuk mengekspresikan perasaannya. Sehingga mereka hanya bisa meluapkan emosinya dengan cara meronta, berteriak, menangis, menjerit, serta menghentakkan kedua kaki dan tangannya ke lantai.

Selain itu, tantrum juga bisa menjadi ajang anak melakukan observasi dan mengenali cara mendapatkan keinginanannya. Misalnya, saat anak mengamuk untuk mendapatkan sesuatu dan orang tua menuruti keinginannya, ia akan mengulangi cara tersebut di kemudian hari.

Jika dibiarkan tantrum bisa menjadi kebiasaan buruk bagi buah hati. Para orang tua harus melakukan cara yang tepat untuk menghadapi tantrum pada anak. Penasaran apa saja? Berikut tim WowKeren rangkum 7 cara mengatasi tantrum pada anak. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Tetap Tenang Dan Jangan Balas Berteriak


Tetap Tenang Dan Jangan Balas Berteriak

Saat anak tantrum, orang tua harus tetap tenang dan jangan membalas berteriak atau memaksa anak menghentikan amukannya. Membalas teriakan anak hanya akan memicu anak bertingkah lebih parah. Teriakan atau bentak orang tua hanya akan membuat tantrumnya bertahan lebih lama.

Sikap yang tenang akan membuat tantrum si kecil lebih mudah untuk diatasi. Orang tua juga bisa mengajak si kecil ke tempat yang lebih sepi dan tenang guna menenangkan emosinya. Jika ia melakukanya di dalam bioskop atau ruangan publik, ajak anak ke luar. Tawarkan anak untuk duduk dan menenangkan diri, dan jangan ragu untuk memeluk si kecil.

2. Jangan Untuk Mencari Tahu Penyebab Tantrum Pada Anak


Jangan Untuk Mencari Tahu Penyebab Tantrum Pada Anak

Tantrum pada anak bisa bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti keinginan yang tidak terpenuhi atau adanya perasaan lapar dan mengantuk yang sulit diungkapkan. Jika anak belum bisa berbicara, salah satu cara untuk mengenali penyebabnya adalah dengan menanyakan secara langsung.

Jika penyebab tantrum anak diketahui, maka orang dunia akan lebih mudah mengatasinya. Ajaklah anak berbicara dengan nada yang tenang dan meyakinkan. Dan ajak anak untuk berbicara dengan kata-kata lembut.

3. Jika Anak Mengamuk, Tunjukan Kasih Sayang Dengan Pelukan


Jika Anak Mengamuk, Tunjukan Kasih Sayang Dengan Pelukan

Saat melihat si kecil terus tantrum di depan umum, hal yang perlu orang tua lakukan adalah berikan ia pelukan hangat. Salah satu cara untuk membantunya tenang saat si kecil sedang merengek, bicaralah dengan lembut dan berikan pelukan dan jangan katakan sepatah kata pun saat memeluknya.

Pelukan membuat anak-anak merasa aman dan biarkan mereka tahu bahwa orang tua peduli dengan mereka, bahkan jika kamu tidak setuju dengan tingkah lakunya. Para ahli menambahkan bahwa kadang-kadang anak-anak hanya membutuhkan tempat yang aman untuk mengeluarkan emosinya.

4. Biarkan Anak Meluapkan Emosinya Saat Tantrum


Biarkan Anak Meluapkan Emosinya Saat Tantrum

Anak-anak tak seperti orang dewasa yang sudah bisa mengenali dan mengelola perasaannya dan perkembangan emosi anak belum sempurna. Inilah mengapa anak bisa tiba-tiba mengamuk karena hal sepele dan mengalami tantrum.

Jika orang tua tidak tahu penyebab anak tiba-tiba tantrum, biarkan dulu anak meluapkan emosinya selama beberapa saat. Biasanya setelah itu anak akan tenang sendiri. Jangan khawatirkan reaksi orang lain dan sebaiknya cuek saja.

5. Jangan Menyerah Dengan Memberikan Yang Mereka Mau


Jangan Menyerah Dengan Memberikan Yang Mereka Mau

Anak biasanya akan tantrum jika keinginan mereka tak dituruti. Jangan membujuk anak tantrum dengan sogokan atau menyerah pada keinginan anak hanya agar dia berhenti rewel. Jika orang tua menuruti tantrumnya, ini akan membuatnya terbiasa melakukan tantrum.

Tak perlu memberikan keinginannya hanya karena dia rewel. Sebaliknya, coba tunjukkan bahwa tantrum tak memberi pengaruh apa pun dan tak akan mengubah keputusan. Jika alasan mereka tantrum karena ingin sesuatu, abaikan saja mereka rewel asal tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

6. Alihkan Perhatian Anak Saat Tantrum Menyerang


Alihkan Perhatian Anak Saat Tantrum Menyerang

Anak kecil sangat mudah melupakan sesuatu dan tertarik pada hal baru. Bunda bisa memanfaatkan hal ini untuk mengalihkan perhatiannya saat tantrum. Misalnya, orang tua bisa memberikan mainan yang sudah lama tidak dimainkan atau memberikan camilan kesukaannya saat anak berteriak, marah, atau terlihat rewel.

Selain itu, ajak juga anak untuk berbicara sesuatu yang menyenangkan. Ceritakan hal-hal yang seru untuk mengalihkan pikiran anak dari tantrumnya. Orang tua juga bisa mengajak anak untuk melakukan aktivitas menyenangkan seperti olah raga atau berjalan-jalan di taman.

7. Jangan Menghukum Atau Memukul Anak Karena Bisa Bikin Trauma


Jangan Menghukum Atau Memukul Anak Karena Bisa Bikin Trauma

Saat anak mengalami tantrum, jangan memukul atau mencubitnya. Sebagai gantinya, Bunda bisa memeluk atau mencium si kecil untuk menenangkan emosinya. Selain menenangkan, pelukan dan ciuman juga bisa menjadi cara untuk menunjukkan bahwa orang tua benar-benar peduli dan mencintai mereka.

Selain itu, jangan pernah meninggalkan anak terkunci dalam ruangan untuk mendisiplinkan atau menenangkan kondisi tantrum pada anak. Hal itu tak hanya memicu perasaan dikucilkan atau histeria, tetapi juga tak mungkin bagi anak untuk menyadari kesalahannya.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait