Wacana majunya Gibran Rakabuming sebagai Calon Wali Kota Solo di Pilkada 2020 mendatang terus dibayangi sejumlah isu, termasuk politik dinasti. PAN pun ikut buka suara soal niat Gibran ini.
- Elvariza Opita
- Selasa, 29 Oktober 2019 - 15:59 WIB
WowKeren - Wacana putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka untuk maju di Pemilihan Wali Kota Solo 2020 terus menjadi pembicaraan publik. Banyak pihak menilai keputusan Gibran itu serupa dengan fenomena politik dinasti yang selama ini "menghantui" keluarga pejabat di Indonesia.
Partai Amanat Nasional (PAN) pun ikut buka suara soal rencana Gibran tersebut. Menariknya, partai yang diketuai Zulkifli Hasan itu tak mempermasalahkan perihal isu politik dinasti yang membayangi wacana Gibran. Justru PAN meragukan niat tersebut lantaran masih abu-abunya partai yang akan mendukung pencalonan Gibran.
"Ya kalau sudah memenuhi syarat UU (Gibran bisa maju). Bukan masalah pantas nggak pantas," ujar Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10). "Ada partai pendukungnya nggak? Ada koalisinya nggak? Ada pasangannya nggak? Bisa daftar ke KPU nggak? Itu pantasnya di situ."
Menurut Yandri, perihal politik dinasti bukanlah kewenangannya untuk menilai. Ia menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada masyarakat. Yandri juga enggan berkomentar soal kompetensi Gibran sebagai kepala daerah, seperti yang dipermasalahkan banyak pihak selama ini.
"(Soal kompetensi Gibran) ya biar Solo yang menilai. Saya kan bukan orang Solo, orang Banten," kata Yandri, dilansir dari Detik News. "Ya rakyat tahu sendiri, apa pengertian dinasti, atau apa kan. Biar rakyat saja yang menilai."
Di sisi lain, bulatnya tekad Gibran untuk maju sebagai Calon Walkot Solo tak serta merta menemui jalan mulus. Pasalnya Gibran justru menemui rintangan pertama dari PDI Perjuangan, partai politik yang dipilihnya sebagai naungan.
Diketahui DPC PDIP Solo telah menentukan pasangan calon yang bakal "dikirimkan" ke Pilwalkot Solo 2020. Pasangan tersebut adalah Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa. Meski belakangan Purnomo mengaku bakal legawa apabila partainya lebih memilih mengusung Gibran ketimbang dirinya.
Gibran pun disebut-sebut siap maju sebagai Cawalkot independen. Namun belakangan Gibran justru mengambil "jalur belakang" dan mencoba mendekati Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara langsung. Gibran pun diisukan bakal mendapatkan rekomendasi langsung dari DPP PDIP.
(wk/elva)