Sebelumnya santer beredar kabar kalau kontestan yang pernah berpartisipasi dalam 'Produce 48' dan 'Produce X 101' akan dipanggil polisi untuk diinterogasi. Namun 'KBS News' justru melaporkan hal yang bertentangan.
- Eva Lestari
- Kamis, 14 November 2019 - 10:27 WIB
WowKeren - Penyelidikan pihak kepolisian atas kasus manipulasi voting seri "Produce" beberapa waktu belakangan makin sering dibicarakan. Polisi sendiri hingga saat ini telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka, termasuk PD Ahn Joon Young, CP Kim Yong Bum serta para petinggi dari CJ ENM dan agensi peserta.
Dan sebelumnya santer beredar kabar kalau polisi akan memanggil para peserta "Produce 48" dan "Produce X 101" termasuk member X1 untuk diinterogasi. Kabarnya polisi mengambil langkah ini untuk menggali kebenaran kasus ini secara menyeluruh. Mereka akan ditanyai soal kemungkinan tahu tidaknya akan praktik manipulasi voting.
Berbagai laporan spekulatif pun beredar setelahnya. Karena itulah perwakilan agensi X1 akhirnya buka suara. Ia mengatakan kalau ada hal-hal tidak benar yang dilaporkan media terkait dengan interogasi tersebut.
Seolah selaras dengan agensi X1, "KBS News" juga merilis sebuah pernyataan yang mengejutkan. Pasalnya mereka menyatakan kalau polisi tidak pernah mempertimbangkan untuk memanggil kontestan "Produce 48" dan "Produce X 101" untuk diinterogasi. Hal ini disebabkan karena kasus manipulasi voting tersebut terkait dengan anggota staf dan beberapa pihak yang terlibat.
Laporan "KBS News" mengatakan bahwa sifat dari kasus ini yang merusak keadilan adalah para kru. Sehingga untuk menyelidiki masalah ini polisi tidak mempertimbangkan menginterogasi para peserta yang tampil dalam "Produce".
Setelah KBS merilis pernyataannya, netizen pun mulai memberikan beragam komentar. Mereka semakin merasa bingung karena ada banyak sekali berita palsu, sehingga sulit membedakan mana yang benar dan salah.
"Sekarang aku bingung tentang siapa yang harus ku percaya. Ada banyak sekali berita palsu," ujar seorang netizen. "Aku sangat bingung seperti kalian seharusnya. Tapi aku menyukai ini...'Sifat dari kasus ini yang merusak keadilan adalah para kru'," imbuh netter yang lain. "Itu hanya rumor dan kemudian kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah," pungkas netter lainnya.
(wk/eval)