Pekan lalu Presiden Jokowi resmi menunjuk 7 orang dari kaum milenial untuk menjadi stafsusnya yang kemudian berujung polemik. Kini Wapres Ma'ruf Amin ternyata juga akan mengikuti jejak sang presiden.
- Elvariza Opita
- Senin, 25 November 2019 - 14:45 WIB
WowKeren - Pekan lalu Presiden Joko Widodo sukses menarik perhatian publik karena menambah panjang daftar skuad pendamping pemerintahannya. Diketahui Jokowi menunjuk tujuh orang staf khusus dari kalangan milenial untuk membantu pekerjaannya lima tahun ke depan.
Penunjukan stafsus ini pun menjadi polemik tersendiri di kalangan masyarakat. Apalagi setelah perihal gaji para stafsus itu diketahui publik, yakni mencapai Rp51 juta per bulan.
Belum selesai polemik stafsus Jokowi tersebut, kini jejak sang presiden diikuti oleh wakilnya. Diketahui Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan menunjuk sejumlah stafsus untuk membantu pekerjaannya.
Informasi ini lantas dibenarkan oleh Juru Bicara Wapres, Masduki Baedowi. Namun demikian, menurut Masduki, belum ada informasi detail perihal waktu pengumuman maupun jumlah dan identitas para pengisi jajaran stafsus wapres.
"Ada NU, ada MUI, ada orang luar juga," jelas Masduki ketika ditemui awak media usai mengisi materi di kegiatan Sertifikasi Dai Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Senin (25/11). "Itu macam-macam."
Lebih lanjut, terkait dengan stafsus yang bakal ditunjuk Ma'ruf, semuanya dijaring dari berbagai latar belakang dan disesuaikan dengan kebutuhan. Namun Masduki juga tak menampik beberapa di antaranya akan ditunjuk karena pertimbangan kedekatan dengan sang wapres.
"Kalau ada orang NU, itu saya kira karena kenyamanan saja," papar Masduki, seperti dilansir dari CNN Indonesia. "Kenyamanannya Kiai Ma'ruf."
Terkait dengan tugas stafsus wapres, Masduki menuturkan mereka akan memiliki amanah yang serupa dengan stafsus presiden. Yakni memberikan masukan mengenai sejumlah kebijakan pemerintah.
Di sisi lain pemerintah terus berusaha memberikan penjelasan mengenai pentingnya penunjukan stafsus ini. Seperti Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang mengatakan bahwa stafsus berperan sebagai jembatan antara Istana dengan masyarakat.
"Presiden ingin ada yang menjadi jembatan, bridging," tutur Moeldoko, Jumat (22/11). "Bridging antara Istana dengan publik, bridging antara senior dengan junior, bridging antara orang yang gagap teknologi dengan yang maju di pemikiran teknologi."
(wk/elva)