Terungkap, Ini Aktivitas 'Menarik' Habib Rizieq Selama Dicekal di Arab Saudi
Twitter/RadioElshinta
Nasional
Kepulangan Habib Rizieq

Habib Rizieq bertolak ke Arab Saudi sejak 2017 silam dan hingga kini tak juga kembali ke Indonesia. Belakangan Rizieq mengaku tak bisa pulang karena dicekal atas permintaan Indonesia.

WowKeren - Polemik kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab masih menjadi pembicaraan panas di Tanah Air. Sebagai pengingat, Rizieq mengaku dicekal oleh otoritas Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia sehingga ia tak bisa meninggalkan negara tersebut.

Perkara ini lantas memanas pasca pemerintah Indonesia dengan tegas menyebut pihaknya tak pernah mencekal Rizieq. Pihak Rizieq pun ternyata tak bisa memberikan bukti konkret bahwa Indonesia lah yang meminta Arab Saudi untuk mencekal dirinya. Alhasil berkembanglah narasi bahwa Rizieq hanya memberikan informasi palsu demi menutupi fakta bahwa dirinya memang bermasalah dengan pemerintah Arab Saudi.

Narasi itu lantas ditanggapi oleh praktisi media Ilham Bintang. Pengamat yang mengaku baru saja menunaikan ibadah umrah pada April 2019 lalu itu membantah isu Rizieq tengah bermasalah dengan pemerintah Arab Saudi.

Menurutnya kondisi Rizieq di negara kaya minyak itu sangat baik. Bahkan kebutuhan pangan dan papan sang imam besar sejatinya tak perlu dikhawatirkan.

"Apakah betul dia punya masalah hukum dengan (Arab) Saudi?" kata Ilham di program "Indonesia Lawyers Club" (ILC) pada Selasa (26/11). "Saya bantah tidak. Karena saya ketemu dia, di apartemen yang nyaman sekali, makanan berlimpah."


Ilham lantas membagikan fakta perihal kondisi Rizieq di Arab Saudi. Menurutnya Rizieq selalu diberi kemudahan oleh otoritas setempat.

Sebagai contoh perihal kelonggaran dalam berkumpul. Warga Arab Saudi biasanya dibatasi dalam menggelar pertemuan, namun tidak dengan Rizieq yang diperkenankan menerima tamu hingga seratus orang.

"Diceritakan (oleh Rizieq), justru Arab Saudi memberi dia kemudahan yang luar biasa," tutur Ilham, dilansir dari Tribun News, Kamis (28/11). "Kenapa? Di Arab Saudi orang tidak bisa kumpul lebih dari sepuluh orang."

"Setiap hari Habib Rizieq menerima tamu 60-100 orang, siang malam," imbuhnya. "Kenapa? Karena jamaah umrah dan haji itu menjadikan dirinya obyek wisata."

Keadaan inilah, sambung Ilham, yang membuktikan bahwa sang habib sejatinya tak bermasalah dengan pemerintah Arab Saudi. "Ini konfirmasi bahwa tidak ada masalah dengan pemerintah Arab Saudi. Yang ada adalah Pemerintah Indonesia," pungkas Ilham.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts