Pangeran Charles Disebut Bakal Naik Takhta Tahun 2021
Getty Images/Chris Jackson
Selebriti

Ratu Elizabeth II dikabarkan akan menyerahkan kekuasaan kepada Pangeran Charles pada tahun 2021. Bahkan sang Prince of Wales disebut-sebut telah menjalani proses transisi saat ibunya masih berkuasa.

WowKeren - Topik soal Ratu Elizabeth II yang tampaknya sama sekali belum mau turun dari takhtanya memang santer dibahas sejak beberapa tahun terakhir. Ratu Elizabeth sendiri tercatat telah memerintah sejak tahun 1952 silam. Hal ini berarti bahwa sang Ratu sudah menjabat selama hampir 67 tahun, yang membuatnya menjadi pemimpin Kerajaan Inggris dengan periode terlama.

Pewaris takhta Ratu Elizabeth, yakni Pangeran Charles selaku putra sulungnya pun sudah menginjak usia 71 tahun. Akan tetapi, hingga kini belum ada tanda-tanda kapan sang Ratu mewariskan takhtanya pada sang putra. Bahkan, tak sedikit yang berpendapat jika sang Ratu tampaknya ingin langsung memberikan takhta pada cucunya, Pangeran William.

Namun kini laporan terbaru menyebut kalau sang Ratu akan menyerahkan kekuasaan kepada Pangeran Charles pada tahun 2021, atau saat Ratu berusia 95 tahun. Bahkan sang Prince of Wales disebut-sebut telah menjalani proses transisi dengan terlibat dalam tugas-tugas Kerajaan saat ibunya masih berkuasa, dan tengah disiapkan untuk mengampu jabatan dua tahun lagi.

Menurut laporan Daily Mail, peran kunci Charles sebagai pewaris kerajaan Inggris tampak dalam kasus adiknya, Pangeran Andrew, yang disebut terlibat dengan kasus pedofilia Jeffrey Epstein. Ratu dikabarkan membahas masalah penjatuhan sanksi kepada Andrew dengan Charles yang saat itu berada di Selandia Baru via telepon.


Setibanya di London dari Selandia Baru, Charles langsung menggelar pertemuan dengan ayahnya, Pangeran Philip, di Sandringham pada Selasa (26/11). Charles dilaporkan berperan penting dalam menjatuhkan hukuman bagi pangeran Andrew dengan dipecat dari semua kegiatan kerajaan.

Dalam kasus Andrew, pangeran Charles disebut tengah memainkan peran sebagai Raja bayangan menunggu peran sebenarnya menggantikan Ratu pada 2021. Sumber Istana juga mengungkapkan bahwa skandal yang melilit Andrew dan Epstein memberi Charles sebuah kesempatan untuk melangkah masuk untuk menunjukkan kewenangannya.

"Charles menyadari hal itu dan bertindak tegas, seperti Raja. Ini adalah momen ketika Charles naik sebagai Raja bayangan," ujar sumber tersebut.

Tak cuma itu, Ratu Elizabeth II juga sebenarnya sudah secara teratur mengurangi jumlah pertemuan dengan publik. Tercatat pada tahun 2016, Ratu mengadakan pertemuan sebanyak 332 kali dan berkurang menjadi 283 kali pada 2018. Sementara pangeran Charles melakukan 507 pertemuan publik.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait