Ini Kata Wapres Ma'ruf Amin Soal Umat Muslim Beri Ucapan Natal
Nasional

Wakil Presiden Ma'ruf Amin membagikan pandangannya terkait masalah ucapan selamat hari Natal dari umat muslim. Ma'ruf mengakui bahwa terdapat banyak perbedaan pendapat terkait hal ini.

WowKeren - Ucapan selamat Natal oleh umat Islam di Indonesia selama ini memang selalu menuai pro kontra. Menanggapi hal ini, Wakil Presiden Ma'ruf Amin pun buka suara.

Ma'ruf menyatakan bahwa hukum mengucapkan selamat hari Natal memang merupakan masalah perbedaan pendapat di kalangan Ulama. Oleh sebab itu, ia meminta agar masalah ucapan Natal ini dikembalikan kepada masing-masing individu saja.

"Tidak perlu ditajam-tajamkan, kembali saja ke masing-masing," terang Ma'ruf di Kantor Wapres dilansir Antara pada Jumat (29/11). "Mau mengucapkan, mau tidak, enggak masalah. Dibikin enak sajalah."

Menurut Ma'ruf, selama ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri tidak pernah mengeluarkan fatwa larangan pengucapan selamat Natal. Ia menjelaskan bahwa yang dilarang hanyalah mengikuti ritual ibadah agama lain.

"Tidak ada fatwa MUI yang mengatakan tidak boleh," jelas Ma'ruf. " Yang tidak boleh itu kalau ikut ritualnya."


Ketua Umum MUI nonaktif tersebut mengakui bahwa ada banyak perbedaan pendapat tentang pengucapan tersebut. Hanya saja ia kembali menegaskan bahwa semua kembali kepada masing-masing individu.

"Kalau mengucapkan itu memang ada beda pendapat. Ulama di Mesir saja ada yang bolehkan," pungkas Ma'ruf. "Di kita banyak yang membolehkan, banyak juga yang tidak membolehkan, jadi masing-masing saja."

Di sisi lain, media sosial sempat digemparkan dengan beredarnya surat pihak manajemen Mal Olympic Garden (MOG) Malang, Jawa Timur, kepada para karyawan, pemilik atau penyewa kios (tenant). Surat tersebut berisi larangan mengenakan atribut Natal.

Surat edaran tersebut disayangkan oleh Jaringan islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur. Koordinator JIAD Mohammad Aan Anshori mengatakan bahwa surat tersebut tidak sensitif.

"Surat tersebut, terlepas dari apapun motifnya, sangat tidak sensitif terhadap kehidupan keberagaman yang selama ini tumbuh subur di Malang," kata Aan, Selasa (26/11). "Ketakutan itu sangat mungkin dari datang dari kekhawatiran adanya sweeping dari kelompok-kelompok intoleran."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!