Ruben Onsu Sediakan Psikolog Untuk Betrand Peto dan Masing-Masing Anaknya
Instagram/rubenonsu
Selebriti
Ruben Onsu Angkat Anak

Ruben Onsu mengaku menyediakan psikolog untuk membantunya memantau tumbuh kembang Betrand Peto. Rupanya, setiap anggota keluarga Ruben juga memiliki psikolog.

WowKeren - Kehidupan Betrand Peto berubah sejak menjadi anak angkat dari pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah. Bocah laki-laki asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu kini mengikuti jejak Ruben untuk berkarier di dunia hiburan Tanah Air.

Kendati demikian, tumbuh kembang Betrand selalu dipantau oleh Ruben dan Wendah. Namun siapa sangka, rupanya Ruben sampai meminta bantuan kepada psikolog untuk bisa mengerti Betrand lebih baik lagi. Bukan hanya untuk Betrand, psikolog tersebut bahkan juga dihadirkan untuk setiap anggota keluarga Ruben.


“Masih mempelajari. sampai sekarang ini saya juga untuk Bertrand, anak-anak saya kan kita masing-masing kita ada psikolog,” kata Ruben dilansir dari Cumicumi.com, di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/12). “Jadi tidak hanya saya, saya dibantu juga dengan psikolog, karena setiap anak saya punya psikolog, Betrand juga.”

“Karena saya ingin mengenal anak saya lebih jauh seperti apa. Apalagi saya mendapatkan anak usia 14 tahun,” tambah Ruben. “Jadi saya tidak boleh salah ucap, salah perkataan, atau salah menjawab pertanyaannya dia. Jadi saya juga dibantu oleh psikolog, saat saya mendapatkan pertanyaan ini, apa yang harus saya jawab.”

Kendati begitu, Ruben mengaku enggan untuk mengulik masa lalu kehidupan Betrand. Pria yang berprofesi sebagai presenter ini mengaku lebih suka menjadi pendengar yang baik untuk Betrand.

“Saya enggak pernah mau menengok masa lalunya. Karena buat saya, dari Betrand sendiri banyak yang harus saya benahi,” tutur Ruben. “Jadi saya tidak mau mengorek. Tapi ada beberapa part yang ketika melihat satu benda, dia bisa nyerocos panjang sekali tentang masa lalunya.”

“Dan saya hanya menjadi pendengar saja, tidak boleh menanyakan lebih detail, karena saya tidak tahu tentang benda itu, apakah dia sensitif, ataukah dia bangga, atau seperti apa,” tandas Ruben. “Karena saya lebih suka ke masa depannya dia saja. Jadi kalau masa lalunya buat saya, itu masa lalunya dia.”

You can share this post!

Related Posts