2 Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif dan Saut Situmorang kompak memohon maaf di hadapan rekan-rekan media pasca mengumumkan status tersangka eks Sekjen MA Nurhadi pada Senin (16/12) kemarin.
- Elvariza Opita
- Selasa, 17 Desember 2019 - 12:56 WIB
WowKeren - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja menetapkan mantan Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung, Nurhadi, sebagai tersangka. Nurhadi diduga menerima suap dan gratifikasi senilai total Rp46 miliar selama ia menjabat pada 2011 sampai 2016 lalu.
Penetapan tersangka ini disampaikan oleh dua Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif dan Saut Situmorang dalam sebuah konferensi pers pada Senin (16/12). Namun ada momen yang menarik perhatian ketika Laode dan Saut selesai mengungkapkan detail tersangka.
Dilansir dari Republika, Laode dan Saut kompak memohon maaf di hadapan rekan media. Usut punya usut, ternyata keduanya meminta maaf sekaligus berpamitan karena penetapan Nurhadi sebagai tersangka kemarin merupakan yang terakhir kalinya sebelum melepas jabatan pada Jumat (20/12) mendatang.
"Saya dan Pak Saut, mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, kepada masyarakat dan teman-teman," kata Laode di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (16/12). "Kayaknya ini menjadi konferensi pers terakhir bagi kami dalam mengumumkan tersangka."
Tingkah keduanya pun cukup berbeda dibandingkan biasanya. Pasalnya Laode dan Saut, yang biasanya melayani sesi todong rekam alias doorstop, memilih untuk langsung meninggalkan lokasi konferensi pers.
Saat hendak meninggalkan lokasi itulah, Laode mengajak Saut untuk mengucapkan salam perpisahan kepada masyarakat dan rekan-rekan media. Diawali dengan permohonan maaf keduanya, lalu berlanjut pada godaan singkat Saut.
"Siapa tahu besok (masih) ada OTT (operasi tangkap tangan)," ujar Saut menggoda Laode. Laode yang memahami maksud candaan Saut pun hanya tertawa singkat sebelum kembali menyampaikan kalimat perpisahannya.
"Nah, kecuali ada yang spesial seperti itu," balas Laode. "Tetapi sepertinya, ini konferensi pers terakhir kami dalam menetapkan tersangka. Mohon maaf lahir batin."
Keduanya lantas mengucapkan terimakasih atas bantuan dan dukungan masyarakat selama masa jabatan mereka. Tak lupa terimakasih juga kepada para pegiat antikorupsi yang terus mendukung kinerja pemberantasan korupsi di Indonesia. "Terimakasih atas kerjasamanya dalam mengawal Indonesia agar lebih baik dalam pemberantasan korupsi," pungkas Laode.
Sebagai informasi, pada Jumat (20/12) besok, sedianya pimpinan baru KPK akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Hanya satu dari jajaran pimpinan periode ini yang akan melanjutkan kiprahnya, yakni Alexander Marwata.
Selain Alex, ada empat pimpinan lain yang akan dilantik. Termasuk di antaranya Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri yang masih menjadi kontroversi.
Selain pimpinan KPK, Jokowi juga akan melantik anggota struktur baru di lembaga. Yakni para Dewan Pengawas KPK yang dipilih langsung oleh sang presiden.
(wk/elva)