Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sedianya berencana berangkat umrah pada 18 Maret 2020 mendatang. Namun ia terpaksa membatalkan rencananya tersebut.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 28 Februari 2020 - 21:09 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona (COVID-19) membuat pemerintah Arab Saudi menangguhkan jemaah umrah dari luar negaranya untuk sementara. Jemaah umrah Indonesia pun turut terdampak kebijakan ini.
Keputusan Saudi ini rupanya membuat Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD terpaksa membatalkan rencana perjalanan umrahnya. Sedianya, Mahfud akan berangkat umrah pada 18 Maret 2020 mendatang.
"Saya pun juga sebenarnya pada tanggal 18 saya akan berangkat ke sana," jelas Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/2) hari ini. "Tapi dengan adanya pengumuman itu saya hormati Arab Saudi sehingga saya batalkan."
Lebih lanjut, Mahfud meminta agar jemaah umrah asal Indonesia yang keberangkatannya tertunda bersabar serta menghormati kebijakan pemerintah Saudi. Pasalnya, Mahfud menilai kebijakan ini diambil Saudi demi keselamatan bersama.
"Kebijakan Arab Saudi untuk menghindari atau mengantisipasi atau memitigasi bencana yang mungkin saja terjadi karena virus Corona," ujar Mahfud. "Saya tidak tahu apakah jemaah umrah ada yang kena itu. Tapi Arab Saudi melakukan itu tentu punya alasan-alasan sendiri. Dan Arab Saudi itu adalah negara yang berdaulat sehingga harus kita hormati."
Diketahui, Saudi awalnya menghentikan kunjungan umrah dari luar negeri untuk sementara. Setelah itu, Saudi juga menangguhkan visa wisata yang diajukan oleh warga beberapa negara, termasuk Indonesia.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam Abed Althgafi, lantas menjelaskan bahwa penangguhan ini dilakukan demi melindungi umat Muslim dari virus Corona. Dalam keterangan yang diunggah ke akun resmi Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam juga menjelaskan bahwa penangguhan ini bukan berarti Republik Indonesia (RI) positif terjangkit virus Corona.
Selain melakukan penangguhan jemaah, pihak Saudi juga melakukan upaya serius dalam melakukan pembersihan terhadap masjid sebagai tempat suci demi mengantisipasi virus Corona. Direktur Departemen Pembersih Masjid Suci, Jaber Widaani mengatakan bahwa departemennya amat serius dalam melakukan sterilisasi di masjid. Di Masjidil Haram saja, pembersihan dilakukan 4 kali dalam sehari.
(wk/Bert)