Identitas WNI yang positif terjangkit virus Corona ini sempat bocor ke publik. Data rahasia pasien bahkan menyebar ke sejumlah WhatsApp Group (WAG) dan media sosial.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 03 Maret 2020 - 12:29 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo baru saja mengonfirmasi adanya 2 warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit virus Corona (Covid-19). Kedua pasien yang merupakan warga Depok tersebut kini telah mendapat perawatan di ruang isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
Sayangnya, identitas pasien Corona ini sempat bocor ke publik. Data rahasia pasien bahkan menyebar ke sejumlah WhatsApp Group (WAG) dan media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun buka suara. Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengimbau masyarakat dan media untuk tidak ‘kepo’ terhadap identitas pasien. Pasalnya, hal tersebut tentu bisa menjadi beban psikologis bagi pasien dan juga keluarga yang identitasnya turut tersebar.
"Nah makanya oleh masyarakat jangan terlalu kepo urusan etika ya dalam urusan. Karena standar WHO itu enggak boleh dipublikasikan," tegas Kang Emil di Balai Kota Depok pada Senin (2/3). "Ke media tolong diimbau, jangan media juga ikut ‘oh rumahnya di sini’. Nah itu juga akan membuat orang akhirnya penasaran."
Lebih lanjut, Kang Emil mengaku tidak ingin mengambil keputusan sendiri dengan pendekatan atau cara penyebutan kepada pasien. "Kita yang jelas, saya tidak bisa ambil inisiatif sendiri, semua urusan kan ini isu nasional bukan isu Jabar. Maka saya selalu merujuk kalau Gubernur Jabar bingung, saya telepon dulu pak Menkes. Maka saya kalimatkan ini semua atas jawaban dari Menkes," ujar Kang Emil.
Sementara itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengimbau agar media massa tak terlalu jauh mempublikasikan identitas pasien Corona tersebut. AJI menilai bahwa hal tersebut di luar konteks permasalahan dan bisa menimbulkan kepanikan massal.
"Media menjaga kerahasiaan identitas pasien dan keluarganya seperti nama lengkap dan alamat," jelas Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani, pada Senin (2/3). "Guna menghindari kepanikan massal."
Media juga diharapkan tidak mengeksploitasi pasien demi sensai pemberitaan. Terlepas dari hal tersebut, Asnil juga berharap pemerintah tetap transparan memberikan informasi terkait perkembangan kasus penyebaran virus Corona. "Pemerintah wajib memberikan informasi akurat, kredibel dan transparan dalam perkara Covid-19," pungkas Asnil.
(wk/Bert)