Aming Geram Harga Masker Melambung Hingga Kaitkan dengan Krisis Moneter 1998
Instagram/amingisback
Selebriti

Wabah virus corona yang telah merebak ke Indonesia membuat oknum nakal menaikkan harga masker menjadi berlipat ganda. Aming pun merasa geram atas ulah oknum tersebut.

WowKeren - Publik kini dihebohkan dengan merebaknya virus corona di Indonesia. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengonfirmasi dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang terbukti positif terjangkit virus asal kota Wuhan, Tiongkok tersebut.

Hal tersebut pun membuat masyarakat berbondong-bondong melakukan pencegahan agar tak tertular virus corona, termasuk menyiapkan banyak masker. Namun banyak oknum nakal yang memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga masker hingga berkali-kali lipat.

Aksi oknum nakal tersebut pun membuat Aming merasa geram. Menurut Aming, publik seharusnya tak perlu khawatir berlebihan dalam menghadapi virus corona. Komedian berusia 39 tahun tersebut juga menilai mental masyarakat Indonesia mudah panik.

"Sebenarnya udah lah, waspada perlu, terlalu paranoid jangan, takut berlebihan jangan," ucap Aming saat jumpai di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/3). "Malahan ada yang lebih menyeramkan dari corona, yaitu mental bangsa kita yang cepat panik. Tiba-tiba borong apa lah, beli apa lah."


Lebih lanjut, Aming juga meluapkan kekesalannya terhadap para oknum yang menimbun maupun menaikkan harga masker. Mantan suami Evelin Nada Anjani tersebut meminta para oknum nakal agar tak memikirkan diri sendiri. Aming pun sempat mengunggah foto undang-undang yang bisa menjerat para oknum nakal dengan hukuman pidana.

"Lo mikir enggak sih kausalitas bangsa kita dari apa yang lo lakuin. Lo mikir enggak sih kalau borong semua sembako enggak semua orang punya daya beli sama," tutur Aming. "Masyarakat dengan daya beli rendah gimana? Kesel gitu."

Bahkan Aming khawatir kehebohan yang ditimbulkan akibat virus corona bisa mengulang tragedi tahun 1998 silam. Seperti diketahui, saat tahun 1998 lalu Indonesia mengalami krisis moneter di mana harga-harga barang melambung tinggi.

"Kalau mereka enggak bisa beli apa yang mereka inginkan, terjadi kecemburuan sosial, chaos, mau kayak '98 lagi? Kan pada gila-gila (yang menimbun masker)," papar Aming. "Harusnya enggak kayak gitu. Makanya intelektualnya dipakai, sekolah itu bukan buat bikin kita pintar tapi buat kita bikin adab lebih. Itu aja sih."

(wk/evaa)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait