Terjebak Di Italia, Asmara Abigail Ungkap 4 Cara Bertahan Lawan Corona
Instagram/asmaraabigail
Selebriti

Artis Asmara Abigail menjadi salah satu orang yang terjebak di Italia setelah negara tersebut mengumumkan status lockdown. Ia lantas membocorkan 4 cara dirinya bertahan.

WowKeren - Artis Asmara Abigail menjadi salah satu orang yang terjebak di Italia. Pasalnya, Pemerintah Italia baru saja melakukan sejumlah langkah penyebaran virus corona di negaranya dengan melakukan lockdown di seluruh kota mulai Selasa (10/3) hinga 3 April mendatang.

Sebelumnya, Asmara mengaku telah terjebak di zona merah wabah virus corona di Italia. Ia menceritakan kondisinya saat ini yang baik-baik saja dan saat ini dirinya masih tinggal di Kota Milan, region Lombardy.

Meski terjebak, model yang sempat menempuh pendidikan di Milan ini lantas meminta masyarakat untuk tidak ikut panik dalam menghadapi virus corona. Ia lantas membocorkan empat cara dirinya untuk bertahan di tengah-tengah wabah virus corona tersebut dengan melakukan pencegahan.

Cara pertama adalah lebih fokus dengan selalu menjaga jarak saat di tempat umum. Menurutnya, menghindari tempat publik dengan jarak 1 meter lebih ampuh mencegah virus corona ketimbang mengenakan masker.

"Hindari tempat publik karena penyebarannya sangat cepat," ujar Asmara seperti dilansir dari Viva, Kamis (12/3). "Lebih baik menghindari tempat publik dengan jarak 1 meter dibanding pakai masker."


Kemudian Asmara juga menekankan pentingnya selalu mencuci tangan setiap saat. Artis "Pengabdi Setan" ini mengatakan cuci tangan merupakan salah satu cara utama dalam menekan tingkat penyebaran virus corona, terutama saat berada di ruang publik.

Selanjutnya, Asmara juga bertahan dengan membatasi penggunaan uang kertas dan koin saat berada di Italia. Bahkan, ia kerap berbelanja dengan mengenakan sarung tangan. "Meminimalisir penggunaan uang cash. Karena di situ kita enggak tahu udah dipegang siapa aja dan apa aja yang menempel," jelas Asmara.

Terakhir, Asmara mengatakan saat menetap di Italia ia mesti mengikuti peraturan dari pemerintah setempat, salah satunya adalah dengan melakukan karantina mandiri di rumah. Langkah ini dilakukan demi menurunkan angka kasus covid-19 yang semakin tinggi. "Dan paling penting self karantina di rumah," ujar wanita usia 27 tahun ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika saat ini sistem lockdown di Italia cukup membantu menekan kasus virus mematikan tersebut. Apalagi, fasilitas kesehatan di Italia disebutkan cukup kewalahan jika harus melayani lonjakan pasien yang setiap hari dapat naik hingga 1.000 lebih.

"Sistem lockdown untuk membantu fasilitas kesehatan karena dokter dan suster tidak sanggup melayani lonjakan pasien corona yang tiap harinya bisa naik 1.000 lebih," terang Asmara. "Jangan sampai jumlahnya terlalu tinggi dan membuat mereka harus memilih siapa yang diselamatkan terlebih dahulu."

Italia sendiri saat ini menjadi negara kedua setelah Tiongkok yang terimbas kasus virus corona paling parah. Dilaporkan Italia hingga Kamis (12/3), telah memiliki lebih dari 12 ribu kasus covid-19 dan telah menyebabkan korban meninggal sebanyak 827 orang.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait