Pandemi corona saat ini menjadi sebuah hal yang paling meresahkan bagi masyarakat di seluruh dunia. Ashanty mengaku cukup khawatir jika dirinya tak bisa menikmati bulan suci Ramadan dengan tenang.
- Wahyu
- Kamis, 19 Maret 2020 - 10:30 WIB
WowKeren - Penyebaran virus corona atau Covid-19 saat ini menjadi sebuah hal yang paling meresahkan bagi sejumlah masyarakat di seluruh dunia. Virus corona diketahui telah menelan korban jiwa sampai ribuan di seluruh dunia.
Para selebriti Tanah Air pun ikut resah dengan wabah ini, salah satunya adalah Ashanty. Ia mengaku cukup khawatir jika dirinya tidak bisa menikmati bulan suci Ramadan dengan tenang.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, istri dari Anang Hermansyah ini tampak mengungkapkan rasa takutnya dalam keterangan foto. Ashanty juga memanjatkan doa kepada Tuhan agar virus ini dapat segera menghilang, sehingga dirinya bisa menghirup udara Ramadan dengan tenang.
"Wahai makhluk Allah yg bernama covid 19.... Jika Engkau tentara Allah yg dikirim untuk memberantas kesombongan dimuka bumi... Segerakan lah selesaikan tugas Mu.... Ijinkan kami bisa menghirup udara ramadhan yg syahdu.... Ijinkan kami... Menemui bulan penuh ampunan Dari Robb semesta alam... Wahai makhluk nano berukuran 150 nanometer yg mampu menggemparkan dunia... Ukuran kecilmu menjadi bukti kuasa Pencipta NYA," tulis Ashanty pada Rabu (18/3) kemarin.
Ashanty tak hentinya selalu berdoa dan berharap agar corona bisa menghilang dari muka bumi sebelum datangnya bulan Ramadan yang jatuh pada April akhir mendatang. Terlebih lagi, Ashanty dan keluarga sempat mengalami dua kali penundaan perjalanan ibadah umrah akibat wabah tersebut.
"Covid19 pulanglah ke tempat Mu dengan tenang sebelum Ramadan. Covid19 pulanglah ke tempat Mu dengan tenang sebelum Ramadan. Covid19 pulanglah ke tempat Mu dengan tenang sebelum Ramadan Aamiin Ya Rabb. Kami ingin Tarawih berjalan seperti biasa, Kami ingin Pasar Ramadan seperti biasa, Kami ingin Umrah berjalan seperti biasa. Kami ingin Haji berjalan seperti biasa. Aamiin Ya Mujib," tutup Ashanty.
Seperti yang diketahui, pemerintah menyebut kasus positif virus corona pada Rabu (18/3) pukul 12.00 WIB mencapai 227 orang, dengan 19 orang meninggal dunia. Juru bicara pemerintah, Achmad Yurianto menyebut lonjakan kasus ini terjadi karena beberapa rumah sakit yang berada di daerah belum melaporkan kasus Corona sejak 12 Maret-17 Maret.
(wk/wahy)