Irfan Hakim berusaha semaksimal mungkin masih ada penghasilan di tengah kerugian karena wabah virus corona. Walau merugi, Irfan tak henti-hentinya bersyukur dan berusaha berpikir positif.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Selasa, 14 April 2020 - 23:29 WIB
WowKeren - Presenter Irfan Hakim turut merasakan imbas pandemi corona yang membuat pekerjaannya di dunia hiburan Tanah Air dibatalkan. Meski tak memungkiri mengalami banyak kerugian, Irfan enggan putus asa. Ia membuka bisnis kecil-kecilan, seperti menjual makanan beku serta vitamin sebagai pemasukan sehari- hari.
"Kerugian pasti ada, karena menurunnya roda ekonomi tidak hanya saya," kata Irfan Hakim saat ditemui WowKeren di kawasan Tendean, Jakarta Selatan pada Selasa (14/4). "Semua juga pasti merasakan kerugian tapi saya masih bisa nego ending-lah kayak jual bakso frozen, jual vitamin untuk daya tahan tubuh."
Di tengah kondisi seperti ini, Irfan berusaha semaksimal mungkin ada penghasilan untuk mencukupi kebutuhannya bersama keluarga. Ia juga bersyukur soal rezeki yang didapatnya, karena masih banyak orang yang kurang beruntung.
"Jadi saya harus berpikir bagaimana caranya plan A dan plan B, walaupun tak seramai sebelumnya," sambung Irfan. "Pokoknya harus ada rezeki yang masuk kalau masalah ekonomi kita harus melihat ke bawah. Kayak kemarin saya dapat telepon, ada yang penghasilan cuma sehari Rp 2 ribu, Rp 4 ribu, bingung mau makan apa bukan cuma satu orang tapi banyak sekali."
Pria berusia 44 tahun ini berharap wabah corona segera berakhir, terlebih bulan Ramadhan tak lama lagi akan datang. Irfan pun tak ingin melewatkan salat berjamaah di masjid terbebas dari corona.
"Berharap mudah-mudahan Ramadhan katanya corona tidak ada lagi, InsyaAllah," tutur Irfan. "Karena salah satu kenikmatan saat Ramadhan adalah salat di masjid, apalagi saat Idul Fitri, salat Ied adalah wajib."
Sementara soal urusan mudik yang sudah dilarang oleh pemerintah demi menekan penyebaran virus corona, Irfan hanya bisa pasrah. Walau demikian, tak dipungkiri Irfan merasa sedih.
"Kalau urusan mudik, ya kita jalanin aja, maunya kita sih ada (bisa mudik)" papar Irfan. "Kalau dibilang sedih, pastilah. Kadang kalau lihat masjid suka rindu, 'kapan ya bisa ke mesjid lagi'."
Irfan juga bercerita bahwa dirinya sempat berbincang dengan para ulama tentang akhir zaman. Dari obrolanya tesebut, ia belajar untuk lebih banyak bersyukur.
"Kemarin juga sempat ngobrol sama para ulama tentang akhir zaman sudah sangat jelas sekali sedikit demi sedikit bunyi dentuman pertanda ada apa ya," cerita Irfan. "Ya mudah-mudahan ini bisa diambil hikmahnya. Negatif-negatifnya kita lupakan, banyak bersyukur ya, banyak jalan banyak rezekinya."
(wk/tria)