Bayi yang baru lahir membutuhkan ASI yang cukup untuk tumbuh kembangnya. Namun ada beberapa hal yang menyebabkan si kecil kekurangan ASI hingga berdampak buruk pada kesehatannya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tanda-tandanya berikut ini.
- Eva Lestari
- Rabu, 15 April 2020 - 19:58 WIB
WowKeren - Bayi yang baru lahir harus mendapatkan ASI secara eksklusif untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Karena pentingnya ASI, pemerintah sampai mewajibkan para ibu untuk memberikan ASI eksklusif minimal selama 6 bulan.
Bayi yang mendapatkan cukup ASI akan memiliki berat badan yang ideal, perkembangannya pun berjalan dengan baik. Namun ada beberapa kasus di mana bayi kekurangan ASI. Jika tidak disadari sejak dini, bayi akan mengalami kekurangan gizi dan kondisi kesehatannya pun bisa menurun.
Ada beberapa tanda yang menunjukkan bayi sedang kekurangan ASI. Dengan mengetahui tanda-tandanya, Anda bisa lebih waspada dan mencari solusi yang terbaik. Apa sajakah itu? Simak informasinya berikut ini.
(wk/eval)1. Berat Badan Bayi Tak Kunjung Bertambah
Berat badan bayi bisa menjadi penanda apakah si kecil sedang kekurangan ASI atau tidak. Ketika berat badan bayi tak kunjung mengalami kenaikan atau bahkan mengalami penurunan, bisa jadi dia sedang kekurangan ASI. Sebab idealnya, berat badan bayi bisa naik setelah lima hari dilahirkan.
Jika kualitas ASI kurang baik, asupan bayi akan berkurang. Tidak cukupnya ASI inilah yang menyebabkan penurunan berat badan bayi hingga sulit untuk naik. Jika bayi Anda mengalami kondisi demikian, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mencari solusi terbaiknya.
2. Bayi Jadi Lebih Rewel
Tanda lain yang ditunjukkan bayi saat kekurangan ASI adalah menjadi lebih rewel hingga tubuhnya terlihat lemas. Saat sedang disusui, si kecil akan mudah mengantuk dan tertidur. Begitu terbangun, dia akan menjadi lebih rewel. Perlu diketahui bahwa bayi yang tertidur selama proses menyusui menandakan produksi ASI yang salah, kurang atau bahkan tersumbat.
Apalagi jika payudara tidak mengalami perubahan setelah menyusui, karena normalnya payudara akan terasa lebih kosong karena ASI sudah diminum si kecil. Dalam situasi yang lebih buruk, bayi akan tetap menangis meski sudah diberi ASI hampir setiap jam. Kondisi ini menandakan kalau dia sedang lapar karena tidak mendapat cukup ASI. Jika Anda mengalami hal ini, sebaiknya langsung konsultasikan dengan dokter.
3. Jadwal Pemberian ASI Jadi Berantakan
Jadwal pemberian ASI yang berantakan juga bisa menjadi pertanda si kecil kurang asupan. Beberapa ibu mengaku sesi menyusui bisa sangat panjang atau bahkan sangat pendek. Kondisi ini bisa menjadi tanda jika bayi sedang kekurangan ASI.
Idealnya, pemberian makan pada bayi seperti ASI biasanya berjarak 1-3 jam selama beberapa bulan pertama usai dilahirkan. Ketika usianya sudah bertambah, jaraknya bisa diperpanjang hingga empat jam. Bayi yang baru lahir juga perlu mendapatkan ASI di malam hari. Oleh karena itu, pastikan untuk tidak menunda atau bahkan berusaha melanggar jadwal pemberian ASI.
4. Urine Bayi Terlihat Lebih Gelap
Tanda lain dari bayi yang kurang ASI bisa dilihat dari frekuensinya buang air kecil. Saat kekurangan ASI, bayi menjadi lebih jarang buang air kecil. Hal ini dikarenakan dia tidak mendapatkan cukup ASI sehingga membuatnya jarang buang air.
Pun saat buang air, warna urine-nya terlihat lebih gelap. Urine sendiri merupakan proses alami pembuangan berupa cairan dan racun dalam tubuh. Sehingga jika yang dikeluarkan tidak normal, berarti sedang ada masalah dalam tubuh.
5. Popok yang Dihabiskan Cenderung Lebih Sedikit
Tanda ini berkaitan dengan poin sebelumnya. Pada umumnya, dokter akan menyarankan Anda untuk menghitung jumlah popok basah (pipis) dan kotor (BAB) si kecil setiap harinya. Langkah ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah bayi Anda mendapatkan ASI yang cukup atau tidak.
Sekitar lima hari pertama setelah dilahirkan, bayi akan menghasilkan sekitar tiga popok basah dan tiga popok kotor. Setelah itu, normalnya bayi akan menghabiskan sekitar enam atau lebih popok basah dan sekitar tiga popok kotor.
6. Payudara Sangat Bengkak
Selain si kecil, tanda bayi kurang ASI juga dapat dilihat dari bunda. Saat bayi tidak mendapatkan cukup ASI, payudara Anda akan mengalami pembengkakan parah dan terasa menyakitkan. Kondisi ini bisa menjadi pertanda bahwa payudara Anda tidak mengeluarkan ASI dengan benar saat menyusui.
Perlu diketahui jika pembengkakan merupakan hal yang wajar selama masa menyusui. Tapi jika kondisi ini tetap berlanjut dan bengkaknya cukup parah, berarti ada yang salah saat pemberian ASI. Karena itulah jika hal ini terjadi sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Anda.
7. ASI Belum Keluar dan Terasa Nyeri Saat Pelekatan
Tubuh wanita biasanya akan memproduksi kolostrum selama masa kehamilan. Meski demikian, ASI Anda tidak akan sepenuhnya keluar selama tiga atau empat hari pasca melahirkan. Karena itulah jika Anda belum menyadari peningkatan pasokan ASI, segera beri tahu dokter untuk berkonsultasi.
Selain itu, rasa nyeri saat pelekatan juga bisa menjadi tanda bayi kekurangan ASI. Dalam beberapa kasus, pembengkakan payudara dan puting yang nyeri dapat menyebabkan sesi menyusui terasa menyakitkan. Jika Anda mengalami rasa sakit saat pelekatan, bisa jadi bibir bayi tidak melekat dengan benar. Karena itu cobalah menyusui dengan posisi yang berbeda untuk memastikan pelekatan bayi telah benar. Jika masalah ini tak kunjung berakhir, segera minta bantuan pada seorang profesional.
Demikian tujuh tanda bayi yang kekurangan ASI yang telah tim WowKeren rangkum untuk kalian. Simak juga artikel ini untuk mengetahui cara mengatasi ASI tidak lancar. Selain itu, kalian juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui berbagai makanan sehat yang sebaiknya dikonsumsi di masa menyusui.