Fenomena kemunculan cacing yang dikaitkan dengan gempa bukanlah hal yang tidak berdasar. Fenomena serupa sebelumnya pernah terjadi di Taiwan maupun Tiongkok.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 20 April 2020 - 14:12 WIB
WowKeren - Sebuah fenomena tak bisa terjadi di Solo dan Klaten belum lama ini. Ribuan ekor cacing terlihat muncul ke permukaan tanah pada Sabtu (18/4) hingga menghebohkan masyarakat.
Tak pelak, hal ini pun memunculkan berbagai spekulasi warga. Salah satunya dikaitkan dengan pertanda sebelum terjadinya gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara mengenai hal ini. Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menilai jika kemunculan ribuan cacing tersebut tak serta merta bisa dikaitkan dengan akan terjadinya gempa.
Menurutnya, kemunculan cacing itu adalah fenomena yang berdiri sendiri. Hingga kini, belum ada bukti-bukti ilmiah yang menjelaskan akan hal itu.
"Munculnya cacing di beberapa tempat di Solo, akhir-akhir ini, tampaknya belum dapat dikatakan sebagai petunjuk akan terjadi gempa," kata Daryono melalui keterangan tertulis seperti dilansir Antara, Senin (20/4). "Fenomena cacing di daerah tersebut berdiri sendiri, tidak didukung bukti-bukti alamiah lain beserta data anomali prekursornya."
Namun meski demikian, fenomena kemunculan cacing yang dikaitkan dengan gempa bukanlah hal yang tidak berdasar. Fenomena serupa sebelumnya pernah terjadi di Taiwan pada 1999 silam. Sepuluh hari sebelum terjadi gempa, cacing-cacing juga dilaporkan muncul ke permukaan tanah. Begitu pula di Tiongkok , ketika caing muncul di tanah beberapa hari menjelang terjadinya gempa.
Kendati demikian, Daryono menyebut jika kemunculan cacing ke atas permukaan tanah menjelang gempa besar, selalu dibarengi dengan gejala alam yang tak biasa. Misalnya seperti kemunculan ular di beberapa tempat, ikan yang berlompat-lompat di kolam, hingga anjing yang menggonggong ramai bersahutan.
"Jika tidak ada data dukung penguat lainnya," lanjut Daryono. "Maka munculnya cacing secara massal ke permukaan diduga diakibatkan perubahan kondisi cuaca, iklim, dan lingkungan yang mendadak, termasuk kemungkinan terpapar bahan kimia, seperti disinfektan dan lain-lain."
Lebih lanjut, Daryono mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa. Hal itu mengingat wilayah Indonesia yang memang rawan gempa.
(wk/zodi)