Lyrids pada dasarnya merupakan meteor biasa yang dapat menghasilkan hingga 20 meteor per jam pada puncaknya. Lyrids sendiri diproduksi oleh partikel debu.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 22 April 2020 - 17:41 WIB
WowKeren - Fenomena langit selalu menjadi pemandangan menarik untuk diamati, apalagi yang terjadi di malam hari. Seperti hujan meteor Lyrids yang akan terjadi malam ini.
Lyrids pada dasarnya merupakan meteor biasa yang dapat menghasilkan 20 meteor per jam pada puncaknya. Lyrids sendiri diproduksi oleh partikel debu. Hujan meteor ini bisa diamati setiap tahunnya. Pada umumnya berlangsung mulai tanggal 16-25 April.
"Lyrids diproduksi oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet C/1861 G1 (Thatcher), yang ditemukan pada tahun 1861," tulis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Instagram, Rabu (22/4). "Hujan meteor ini berlangsung setiap tahun mulai tanggal 16-25 April."
Untuk tahun ini, puncak hujan meteor akan terjadi pada hari ini, Rabu (22/4) malam hingga Kamis (23/4) dini hari. "Puncak tahun ini terjadi pada malam hari tanggal 22 April dan pagi dini hari tanggal 23 April," jelas LAPAN. "Meteor ini dapat menghasilkan jejak debu cerah yang bertahan selama beberapa detik."
Bagi yang ingin mengamati fenomena langit ini dengan baik, LAPAN menyarankan untuk melakukannya mulai tengah malam. "Bulan baru tanggal 23 April akan memberikan kondisi optimal untuk berburu hujan meteor Lyrids. Waktu terbaik untuk pengamatan mulai tengah malam sampai fajar. Tampilan terbaik akan berasal dari lokasi yang gelap setelah tengah malam," jelas LAPAN.
Sebelumnya, dua minggu lalu, di hari yang sama (8/4) fenomena langit Supermoon juga telah terjadi. Pada fenomena ini, ukuran bulan tampak lebih besar dari biasanya.
"Ya, karena pada malam itu ia sedang menuju jarak terdekatnya dari bumi pada tahun ini," tulis BMKG di laman resminya, Minggu (5/4). "Semakin malam ia akan semakin dekat hingga pada tengah malam 8 April 2020 pukul 01.08 WIB, bulan berada di perige dengan jarak 356.910 km dari bumi."
(wk/zodi)