Pemerintah Indonesia telah memberlakukan kebijakan PSBB serta melarang masyarakat melakukan tradisi mudik. Ammar Zoni dan Irish Bella mengaku tidak masalah dengan peraturan tersebut.
- Wahyu
- Selasa, 28 April 2020 - 17:14 WIB
WowKeren - Maraknya wabah virus corona di seluruh dunia memberikan dampak yang sangat besar bagi berbagai sektor. Sejumlah kebijakan dan imbauan telah dikeluarkan Pemerintah Indonesia guna mencegah virus corona semakin meluas.
Beberapa di antara peraturan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yakni Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain adanya pembatasan tersebut, masyarakat juga dilarang untuk mudik ke kampung halamannya ketika Hari Raya Idul Fitri yang akan datang.
Peraturan larangan mudik itu turut ditanggapi oleh Ammar Zoni dan Irish Bella. Mereka mengaku tidak masalah jika mudik dilarang oleh Pemerintah Indonesia.
"Ya, ada plus minus sih tetap ya. Ya mungkin untuk tahun ini kita harus berkorban sedikit untuk enggak mudik ya. Yang penting kan kita tetap jaga kesehatan, kita terus menjaga untuk tidak menularkan," kata Irish dilansir dari Kumparan.com.
Sedangkan Ammar beranggapan bahwa mudik bukanlah suatu kewajiban bagi umat Muslim. Selama ini mudik memang hanyalah suatu tradisi yang sudah melekat di tengah masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya.
"Jadi kalau lebaran tetap di rumah bagi yang lebaran, yaudah enggak apa-apa emang. Nikmati aja semuanya berkah dari Allah SWT. Karena yang kita lakukan memang semata-mata untuk menjaga diri kita juga," ucap Ammar.
Sementara itu, Ammar mengungkapkan bahwa pemimpin di suatu wilayah sudah membentuk aturan yang dirasa baik dan selayaknya harus dipatuhi oleh masyarakat. Ammar mengatakan jika masyarakat melanggar, maka mereka bersalah.
"Kalau kita tidak mengikuti, itu salah. Karena di Islam juga diajarkan harus mengikuti dari pemimpin. Sekalipun dari pemimpinnya itu salah, kita hanya bisa berdoa," ungkap Ammar.
Di sisi lain, Ammar dan Irish memiliki rencana untuk mengisi aktivitas Ramadan dengan melakukan kegiatan sosial. Kegiatan tersebut memang sudah cukup rutin dilakukan mereka.
"Karena memang setiap penghasilan kami, rezeki yang kami dapati, itu ada minimal 2,5 persen itu adalah untuk orang-orang yang membutuhkan di luar sana. Jadi memang itu sudah jadi kewajiban sih ya untuk berbagi bersama," pungkas Ammar.
(wk/wahy)