Diprediksi Bertahan 2 Tahun, Virus Corona Disebut Tak Akan Berhenti Sebelum Infeksi 70% Umat Manusia
Health

Tim dari Pusat Riset dan Kebijakan Penyakit Menular di University of Minnesota, Amerika Serikat, merekomendasikan agar negara-negara di dunia mempersiapkan skenario terburuk.

WowKeren - Tim dari Pusat Riset dan Kebijakan Penyakit Menular di University of Minnesota, Amerika Serikat, memperkirakan pandemi corona atau COVID-19 masih akan terus menyebar setidaknya 1,5 sampai 2 tahun ke depan. Oleh sebab itu, mereka merekomendasikan AS dan negara-negara lain untuk mempersiapkan skenario terburuk, yakni gelombang kedua pandemi akan terjadi di akhir tahun nanti, musim gugur dan dingin.

Tim tersebut juga memperingatkan bahwa angka kematian masih akan terjadi di skenario terbaik, yakni dimana pandemi coronna hanya terjadi secara sporadis saja usai musim panas tahun ini dan terus berkurang mulai tahun depan. Virus corona disebut tidak akan berhenti menyebar sebelum 60 hingga 70 persen populasi dunia terjangkit.

"Masalah ini tidak akan berhenti sampai mereka menginfeksi 60-70 persen manusia," jelas Direktur Pusat Riset tersebut, Mike Osterholm, dilansir Tempo pada Sabtu (2/5). "Mereka yang mengatakan wabah sekarang ini akan cepat berlalu telah mengabaikan ilmu mikrobiologi."


Menurut Osterholm, prediksi tersebut dibuat berdasarkan pemodelan dan juga mengikuti pola yang terjadi pada pandemi Flu Spanyol di tahun 1918 silam. Laporan terkait pandemi corona ini ditulis Osterholm bersama ahli epidemiologi dari Harvard School of Public Health, Marc Lipsitch; mantan epidemiolog di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) yang kini bergabung dengan Osterholm di University of Minnesota, Kristine Moore; dan sejarawan penulis buku “The Great Influenza" tentang pademi flu 1918, John Barry.

Dalam laporan tersebut, tim menyebut bahwa virus corona yang menyebabkan COVID-19 merupakan virus baru, dimana manusia belum memiliki sistem kekebalan tubuh untuk menghadapinya. "Panjangnya masa pandemi sepertinya 18-24 bulan seiring dengan herd immunity (tingkat kekebalan tubuh minimal yang harus dimiliki untuk sebuah populasi akhirnya kebal infeksi virus ) berkembang di tengah populasi manusia," demikian kutipan laporan tersebut.

Selain itu, Lipsitch menjelaskan bahwa sejarah juga perlu dipelajari untuk memahami bagaimana penyakit menular dapat dipatahkan. Ia menilai bahwa COVID-19 berbeda dengan virus flu musiman. "Karena masa inkubasinya yang lebih panjang, kasus penyebaran tanpa gejala yang lebih tinggi, dan angka reproduksi virus R0 yang juga lebih besar, virus ini sepertinya menyebar lebih mudah daripada flu," terang Lipsitch.

Oleh sebab itu, tim meminta agar pemerintah berhenti mengatakan bahwa pandemi akan segera berakhir pada masyarakat. Tim justru meminta agar pemerintah mempersiapkan masyarakatnya untuk pandemi yang akan bertahan lebih lama.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait