Mantan Panglima TNI Djoko Santoso Meninggal, RSPAD: Penyebabnya Bukan COVID-19
ANTARA/Galih Pradipta
Nasional

Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen Budi Sulistya, mengungkap kalau hasil tes PCR mendiang Djoko Santoso negatif. Budi memastikan Djoko wafat akibat sstroke setelah sempat dirawat selama seminggu.

WowKeren - Eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso meninggal dunia pada 10 Mei 2020 pada pukul 06:30 WIB. Djoko wafat di usia 67 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

"Meninggal tadi jam 06:30 WIB, setelah kami kabar hoaks selama seminggu, karena sakit bukan karena Covid-19, pecahnya pembuluh darah di otak,” kata Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen Budi Sulistya. "Beliau mengalami cerebro vascular disease atau singkatnya stroke. Ini kejadian yang kedua."

Budi menambahkan kalau Djoko Santoso sudah menjalani tes PCR sebanyak tiga kali. "Kita tekankan pada pemeriksaan PCR sampai tiga kali beliau negatif. Jadi bukan berhubungan dengan COVID 19," tegasnya.

Djoko dimakamkan di TPU San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Pemakaman dilakukan Minggu siang dengan proses pemakaman ala militer dan sesuai protokol kesehatan.

Budi menambahkan kalau lokasi pemakaman Djoko itu atas permintaan pihak keluarga. "Sebenarnya beliau punya hak untuk dimakamkan di TMP Kalibata, tetapi pihak keluarganya meminta untuk dimakamkan di TPU San Diego Hills," seru Budi.


Sejumlah tokoh sempat hadir di pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir untuk Djoko. Diantaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub DKI Jakarta, Ariza Patria.

"Beliau mengutamakan kepentingan nasional, sangat menghormati siapapun yang lebih tua. Rendah hati, mau mendengar orang2 yg pengalamannya jauh di bawahnya. Beliau sangat demokratis, berpikir jauh ke depan serta hidup berbaur dengan masyarakat. Duka mendalam kami atas wafatnya mantan Panglima TNI Jend TNI Djoko Santoso. Smoga mendapat surga Allah Swt dan keluarga yg ditinggalkan dalam kesabaran. Innaa lillahi wainnaa ilaihi roojiuun," tulis Ariza di Instagramnya.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga hadir untuk melayat. Begitu pula dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sandiaga Uno yang mengenang sosok Djoko sebagai pembimbing di dunia politik.

"Penghormatan seorang pejuang dan prajurit yang hebat," kata Prabowo. "Innalillahi wa inna illahi rajiun, kami sangat berduka atas berpulangnya ke hadirat Allah SWT, Jendral purn Djoko Santoso. Bapak Djoko orang yang sangat baik sekali dan betul-betul sangat memiliki banyak jasa untuk bangsa ini, untuk kami dan keluarga. Semua orang tentunya akan sangat kehilangan," seru Sandiaga.

Sementara itu, Djoko merupakan Panglima TNI pada periode 2007-2010. Ia juga menjabat sebagai anggota Dewan Pembina Partai Gerindra dan Ketua Badan Pemenangan Nasional untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!