Risma Minta Warga Tak Nekat Salat Id di Masjid: Kondisi Masih Seperti Ini, Allah Maha Tahu
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengingatkan jika masjid dimana tempat berkumpulnya orang-orang memiliki potensi tinggi sebagai tempat penularan virus corona antar masyarakat.

WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut buka suara mengenai salat berjamaah di masjid saat pandemi virus corona (COVID-19) masih melanda Kota Pahlawan. Ia mengimbau warga agar tidak dulu menggelar salat Idul Fitri berjamaah di masjid maupun lapangan.

Pasalnya, penularan kasus corona di Surabaya hingga saat ini juga masih belum menunjukkan tren penurunan. Menurut Risma, Tuhan Maha Tahu jika kondisi sekarang ini tidak memungkinkan umatnya untuk menggelar salat berjamaah.


"Enggak lah, sek kondisi ngene (masih kondisi seperti ini), Gusti Allah maha tahu, Gusti Allah maha mengerti, ya to?" kata Risma di Balai Kota Surabaya, Selasa (19/5). "Gusti Allah ono wong dusone sak pirang-pirang pun yo diampuni (ada orang dosanya banyak juga akan dimaafkan)."

Risma kemudian mengingatkan masyarakat jika masjid bisa menjadi media penularan virus yang sangat cepat. Pasalnya, di tempat ibadah ini pada umumnya orang berkumpul untuk melakukan salat berjamaah sehingga potensi penularannya cukup tinggi.

"Di kami ada temuan 3 klaster masjid," ujar Risma. "Penularannya cepat kalau sudah berkumpul begitu."

Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat tidak memaksakan untuk salat berjamaah di tengah pandemi ini. Sebab jika masyarakat tetap memaksa, dikhawatirkan justru akan terjadi ledakan kasus corona di kota ini. "Kalau kita terlalu memaksakan nanti kalau ada apa-apa, aduh berat, berat beneran itu," ujarnya.

Masyarakat memainkan peran yang besar untuk memutus rantai penularan COVID-19. Oleh sebab itu, ia meminta warga Surabaya untuk bersatu melawan pandemi ini.

"Ya nanti masyarakat bisa (mengerti)," lanjutnya. "Malah kita banyak tahunya dari masyarakat. Terus terang ini perannya masyarakat besar. Lek Suroboyo iki gak guyub terus terang abot (kalau tidak guyub akan berat)."

Upaya menggelar salat berjamaah di masjid, khususnya di Surabaya memang menuai polemik di tengah pandemi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya mencabut pemberian izin tersebut usai menuai pro kontra.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts