Tembus 2 Ribu Kasus, Surabaya Peringkat 1 Kota Dengan Pasien Corona Terbanyak
Instagram/dishubsurabaya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Perkembangan wabah virus Corona di Jawa Timur, terkhusus Surabaya, dinilai makin mengkhawatirkan. Dengan lebih dari 2 ribu kasus yang dikonfirmasi, Surabaya 'peringkat 1' di Indonesia.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan Jawa Timur dan Surabaya terus menjadi sorotan nasional. Pasalnya laju perkembangan wabah virus Corona di wilayah tersebut begitu signifikan.

Bahkan hari ini Surabaya kembali "mencetak rekor" dari segi jumlah pasien positifnya. Sebab, dilansir dari Kawal COVID-19, ternyata Surabaya merupakan kota dengan jumlah pasien positif COVID-19 terbanyak di Indonesia.


Peta itu menunjukkan persebaran jumlah kasus positif Corona di berbagai kota Indonesia. Warna biru menunjukkan nol kasus positif, merah muda menunjukkan 1 kasus positif, dan semakin gelap warnanya menunjukkan jumlah kasus pun semakin banyak.

Tembus 2 Ribu Kasus, Surabaya Peringkat 1 Kota Dengan Pasien Corona Terbanyak-1

Kawal COVID-19

Secara sekilas pun tampak wilayah Surabaya terpulas dengan warna yang paling gelap dibanding daerah lain. Bila peta diperbesar dengan skala Pulau Jawa, terlihat Surabaya merupakan daerah dengan warna paling gelap, bahkan jauh lebih gelap ketimbang kota-kota di DKI Jakarta.

Bila diperbesar kembali, tampak informasi soal kasus Corona di masing-masing wilayah. Sebagai pembanding, Jakarta Timur saat ini memiliki 1.122 kasus positif, sedangkan Surabaya sudah mengonfirmasi 2.118 warganya positif COVID-19.

Tembus 2 Ribu Kasus, Surabaya Peringkat 1 Kota Dengan Pasien Corona Terbanyak-2

Kawal COVID-19

"Prestasi" Jatim dan Surabaya tak berhenti sampai di situ. Masih dilansir dari Kawal COVID-19, untuk sebaran tambahan 686 kasus positif hari ini terbanyak dilaporkan di Jatim, bak mengulangi data pada Senin (25/5) kemarin.

Sebanyak 199 kasus positif baru berada di Jatim. Angka ini hampir 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan DKI Jakarta dengan 97 kasus. Posisi kedua provinsi ini memang kerap saling bertukar, sebab pada Selasa (26/5) kemarin DKI Jakarta berada di "puncak" dengan 89 kasus sedangkan Jatim dengan 57 kasus.

Perkembangan wabah Corona di Jatim yang kian mengkhawatirkan ini pun turut disoroti Presiden Joko Widodo. Dalam salah satu pernyataan terbarunya, Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk mengerahkan lebih banyak aparat keamanan di wilayah berisiko tinggi seperti Jatim.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts