Media Diskusikan Alasan 'The King: Eternal Monarch' Gagal Dibanding Drama Kim Eun Sook Lain
SBS
TV

Meski dibintangi deretan aktor papan atas, nyatanya 'The King: Eternal Monarch' hanya mampu meraih rating tertinggi sebesar 11,6 persen dengan terendah di angka 5,2 persen.

WowKeren - "The King: Eternal Monarch" dinilai sebagai proyek gagal Kim Eun Sook dibanding drama-drama sebelumnya. Pasalnya meski dibintangi deretan aktor papan atas, nyatanya drama SBS ini hanya mampu meraih rating tertinggi sebesar 11,6 persen dengan terendah di angka 5,2 persen.

Rating rendah "The King: Eternal Monarch" hingga akhir penayangan ini menjadi bahan diskusi media Korea Selatan. Media menduga ada beberapa kemungkinan alasan drama Lee Min Ho cs ini kurang menarik penonton.

1. Naskah anakronistis ... "Era Apa Sekarang?"

Di antara alasan mengapa drama "The King: Eternal Monarch" gagal adalah tata bahasa Cinderella Kim Eun Sook. Itu tidak berfungsi lagi. Itu gagal untuk mencerminkan tuntutan zaman dan menggambarkan wanita yang putus asa "eul".

Jung Tae Eul (Kim Go Eun) yang bertarung melawan penjahat di dunia saat ini pindah ke dunia paralel dan menjadi karakter dependen yang tidak melakukan apa-apa tanpa bantuan "kaisar di atas kuda putih" Lee Gon (Lee Min Ho). Banyak penonton bertanya mengapa wanita harus menjadi orang awam yang lemah yang mengandalkan sosok absolut.

Karakter Koo Seo Ryeong (Jung Eun Chae) lebih serius. Meskipun dia adalah perdana menteri wanita, dialognya seperti, "Apakah karena dia lebih muda, lebih cantik?" penuh dengan kebencian terhadap wanita.

Terutama setelah kehilangan perhatian kaisar karena Jung Tae Eul, Koo Seo Ryeong menyatakan "Apa yang membuatmu menang?" Misogi ketinggalan jaman Kim Eun Sook yang unik dengan cara membuat konfrontasi antara kedua wanita dan menunjukkan kecemburuannya terhadap "wanita muda dan cantik."


2. Jadi, Apakah Dunia Paralel Itu?

Alasan lain mengapa drama "The King: Eternal Monarch" adalah pengaturan drama dan pengembangan plot yang tidak ramah. Dunia virtual Kekaisaran Korea dengan monarki konstitusi dan raja serta latar belakang lingkungan dari gedung-gedung tinggi yang juga tidak berbeda dengan Korea modern membuat penonton menjadi bingung.

Juga, romansa antara dua karakter utama digambarkan di dunia paralel namun tulisan Kim Eun Sook berfokus pada pesan perubahan nasib dan pemirsa harus menerima romansa yang tiba-tiba muncul entah dari mana.

Banyak pemirsa bingung dan meninggalkan komentar bertanya, "Mengapa mereka berdua tiba-tiba jatuh cinta?" dan "Aku tidak mengerti bagaimana mereka bisa jatuh cinta begitu cepat?" Banyak analis merasa bahwa ini karena ketidakhadiran Lee Eung Bok dalam drama karena dia telah bekerja dengan Kim Eun Sook dalam menulis "Mr. Sunshine", "Goblin" dan "Descendants of the Sun".

3. "Apakah Aktor Jadi Semacam Sales?" Masalah PPL (Iklan)

Pemirsa juga mengejek PPL yang tidak masuk akal dalam drama. Secara khusus, dalam adegan tertentu Lee Gon menelpon dan berkata, "Aku terkejut. Kopi yang dipilih Young-i (Woo Do Hwan) rasanya sama dengan kopi kekaisaran." Sepanjang panggilan telepon, merek kopi tetap terlihat di layar.

Di adegan lain, dua detektif yang menyamar tiba-tiba mengambil sekantong kimchi sambil makan ramen di mobil. Bahkan ada adegan di mana sebanyak tujuh merek diiklankan pada saat yang sama termasuk ayam, ponsel, makanan kesehatan dan bahkan kendaraan.

PPL adalah elemen penting dalam mengurangi biaya produksi namun pemirsa merasa bahwa penggunaan berlebihan 'The King' dari PPL benar-benar mengambil dari drama.

(wk/amal)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!