Kronologi meninggalnya seorang WN Australia di Rudenim Bali mulai terungkap setelah penemuan tak sadarkan diri.
- Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:03 WIB
WowKeren - Misteri meninggalnya seorang warga negara Australia berinisial CJMH (39) di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Ngurah Rai, Bali, mulai menemukan titik terang. Pada tanggal 10 Juli 2026, petugas melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi dan menemukan CJMH tidak sadarkan diri di dalam toilet, yang menyebabkan pihak berwenang segera merespons dengan memberikan pertolongan medis.
Menurut keterangan resmi dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai, CJMH saat itu sedang menjalani penempatan sementara menunggu proses deportasi setelah terbukti menyalahgunakan izin tinggal di Indonesia. Dalam pemeriksaan rutin yang dilakukan petugas piket pada sore hari, mereka mencurigai adanya kejanggalan ketika melihat CJMH tidak bergerak dalam waktu yang lama di toilet.
Petugas pun segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan menemukan CJMH dalam keadaan tak sadarkan diri. Tanda-tanda vital korban diperiksa, dan petugas memberikan pertolongan pertama, termasuk bantuan oksigen, sembari menghubungi ambulans dari rumah sakit terdekat. Tim medis yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan sebelum membawa korban ke Rumah Sakit Umum Bali Jimbaran.
Sayangnya, dalam perjalanan menuju rumah sakit, CJMH dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan pemeriksaan awal di rumah sakit, diduga korban mengalami serangan jantung saat kejadian. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Sebelum kejadian ini, CJMH diamankan oleh pihak Imigrasi setelah menerima laporan masyarakat pada akhir Maret 2026 terkait dugaan penyalahgunaan izin tinggal. Setelah melalui beberapa kali pemeriksaan dan pemanggilan, Imigrasi menyatakan bahwa CJMH terbukti melanggar aturan keimigrasian. Pihak Imigrasi bahkan telah memberikan kesempatan kepada CJMH untuk menyelesaikan proses administrasi secara kooperatif, namun ia tidak memenuhi undangan resmi dari petugas.
Pagi hari sebelum kejadian, tim Imigrasi menjemput CJMH di kediamannya di kawasan Jimbaran, Badung, dengan didampingi aparat Banjar setempat sebelum membawanya ke ruang detensi untuk menunggu proses deportasi. Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa petugas telah menjalankan prosedur pengawasan sesuai dengan standar operasional. Ia menyebutkan, begitu kejanggalan terdeteksi melalui CCTV, petugas langsung memberikan respons cepat dan pertolongan pertama.
Saat ini, Kantor Imigrasi Ngurah Rai masih berkoordinasi dengan Polres Badung, rumah sakit, dan perwakilan Pemerintah Australia untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut. Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya CJMH masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang.
(wk/timw)