Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibanding dengan saat awal-awal dulu BIN melakukan tes massal pada 29 Mei, dimana angka reaktif berada di kisaran 20-25 persen.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 20 Juni 2020 - 15:51 WIB
WowKeren - Sudah memasuki hari ke-22 sejak pertama kali Pemerintah Kota Surabaya menggelar tes COVID-19 massal dengan menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN). Kabar baiknya, angka reaktif dari rapid test massal ini kian menunjukkan tren penurunan.
Hingga Jumat (19/6), angka reaktif yang didapatkan dari hasil rapid test turun hingga 10-15 persen. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Head of Medical Intelligence BIN Dr Sri Wulandari.
Angka ini jauh lebih rendah jika dibanding dengan saat awal-awal dulu BIN melakukan tes massal. Saat awal-awal pelaksanaan 29 Mei, angka reaktif berada di kisaran 20-25 persen.
"Kalau kita lihat awal awal rapid ini dimulai itu angka reaktif tinggi sekali. Misal jumlah yang ikut rapid 700, yang reaktif bisa 200 sampai 300 orang," kata Sri melalui rilis seperti dilansir dari Suara Surabaya, Sabtu (20/6). "Tapi dalam 3 hari terakhir ini mulai turun jumlah reaktif dibawah 100, dengan jumlah peserta sama."
Pelaksanaan rapid test massal ini telah diperpanjang hingga Sabtu (20/6) dari sebelumnya yang sedianya hanya digelar sampai 15 Juni. Hal itu sesuai arahan dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan.
Sementara itu, warga yang hasil rapid test nya reaktif adalah mereka yang memiliki gejala ringan seperti flu dan batuk. "Rata-rata mereka ada keluhan batuk atau flu. Mereka itu sudah ODP," ujar Sri.
BIN telah menggelar tes massal sebanyak 42 kali di wilayah zona merah Surabaya. Setiap harinya, rapid test ini digelar di dua lokasi yang berbeda. Per harinya, BIN menyiapkan sekitar 1.000-3.000 alat rapid test dan 2 mobil lab untuk test PCR. Mobil ini memiliki kapasitas untuk mengambil 300 sampel setiap harinya dengan kecepatan menunjukkan hasil hanya dalam waktu 2,5 jam.
Perkembangan kasus di Surabaya masih menjadi sorotan. Pemkot pun bahkan mengambil langkah untuk secara gamblang membuka peta penyebaran pasien terkonfirmasi COVID-19 untuk meningkatkan kewaspadaan warga.
(wk/zodi)