Bikin Heboh, Ini Gejala Infeksi Listeria Dari Jamur Enoki
Unsplash/Nathalie Jolie
Health

Hasil penelitian Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan (PPKKP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI pun menunjukkan bahwa jamur enoki terbukti mengandung bakteri Listeria.

WowKeren - Publik dihebohkan dengan wabah Listeria yang dikabarkan telah menelan 4 orang korban jiwa di Amerika Serikat. Penyelidikan pun dikembangkan untuk mencari sumber wabah ini dan belakangan terungkap berasal dari jamur enoki impor asal Korea Selatan.

Hasil penelitian Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan (PPKKP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI pun menunjukkan bahwa jamur enoki terbukti mengandung bakteri Listeria. Oleh sebab itu, beberapa stok jamur enoki yang masih tersisa di Indonesia harus dimusnahkan.

Sebagai informasi, listeria monocytogenes merupakan bakteri yang biasanya ditemukan di dalam makanan. Namun, bakteri ini juga dapat ditemukan di air, tanah, dan feses.

Manusia dapat terinfeksi Listeria jika mereka mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi. Sebagian besar orang yang terinfeksi Listeria bisa tidak menyadarinya, infeksi ini nantinya akan menyebabkan penyakit yang disebut Listeriosis.


Orang yang terinfeksi bakteri Listeria akan mengalami gejala yang beragam, tergantung kondisi mereka masing-masing. Gejala awal Listeria sendiri disebut tidak begitu jelas.

Yang pasti, masa inkubasi infeksi berlangsung antara 11 hingga 70 hari setelah pasien mengonsumsi makanan yang terkontaminasi Listeria. Sejumlah gejala infeksi Listeria dengan masa inkubasi 1 hingga 3 hari meliputi nyeri otot, demam, gejala seperti flu, mual, dan diare.

Dalam kasus yang jarang terjadi, Listeria juga dapat menyebar ke sistem saraf. Hal ini dapat menimbulkan sejumlah gejala seperti sakit kepala, kebingungan, leher kaku, tremor dan kejang-kejang, serta kehilangan keseimbangan.

Selain itu, Listeria juga bisa berdampak fatal jika menginfeksi kelompok rentan. Berikut hal-hal yang dapat terjadi jika infeksi Listeria sampai menyebar ke otak:

  • Kelumpuhan saraf kranial: kelumpuhan dan tremor
  • Ensefalitis: peradangan otak
  • Meningitis: peradangan pada selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang
  • Meningoensefalitis: kombinasi meningitis dan ensefalitis
  • Abses serebral: penumpukan nanah di dalam otak
(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait