Fahri Hamzah Kritik Pemerintah Kelabakan Saat Pandemi, Menteri-Menteri Jokowi Ini Paling Disorot
Nasional

Menurut Fahri, dapur dan operator yang digunakan Jokowi saat ini kurang maksimal. Oleh sebab itu, sejumlah kebijakan yang diambil Jokowi pun menjadi kacau.

WowKeren - Pemerintahan Joko Widodo dikritik kelabakan selama pandemi corona (COVID-19) oleh Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah. "Mereka ini agak kelabakan, memang kelabakan," tutur Fahri dalam diskusi online pada Kamis (25/6).

Menurut Fahri, dapur dan operator yang digunakan Jokowi saat ini kurang maksimal. Oleh sebab itu, sejumlah kebijakan yang diambil Jokowi pun menjadi kacau. "Jadi pemerintah ini dapur dan operatornya enggak mantap," kata Fahri.

Adapun dapur yang dimaksud Fahri adalah orang yang paling dekat dengan Presiden. Lini pertama terdiri dari orang- orang setingkat Menteri Sekretaris Negara, Menteri Sekretaris Kabinet, hingga Kantor Staf Presiden. Sedangkan lini kedua adalah Kepala Badan Siber, Badan Intelijen, hingga TNI dan Polri.

"Ini dapur kalau bekerja dengan baik pasti akan bagus," terang Fahri. "Pasti apalagi kalau dicicipi pasti akan mengeluarkan kebijakan oke. Apalagi ini periode kedua."

Sementara itu, operator yang dimaksud Fahri adalah orang-orang yang menduduki kursi Menteri Koordinator. Fahri sendiri menyebut ada Menko yang relevan dan ada yang tidak.

"Menko ini satu jabatan yang tidak ada di dalam Undang-undang. Tapi jabatan ini sebenarnya diberikan Presiden melalui Keppres, dia mau dipakai apa tidak dipakai itu terserah Presiden," jelas Fahri. "Nah, ada Menko yang relevan, ada yang tidak relevan."


Selain itu, Menteri-Menteri Jokowi saat ini dinilai Fahri tidak mampu mengatasi pandemi corona di Tanah Air. Ia bahkan menyebut para Menteri agak menyedihkan.

"Kalau kita lihat menteri-menteri yang di atas kertas memang agak menyedihkan," ujar Fahri. "Bahkan ketika diserang oleh COVID kalau mereka itu jenderal, jenderal yang lari tunggang langgang. Yang tidak tampak di medan pertarungan."

Para Menteri di Kabinet Jokowi pun dinilai Fahri tak suka berbicara. Bahkan orang yang awalnya suka berbicara disebutnya menjadi irit berbicara usai menjabat sebagai pembantu Jokowi di Kabinet. Salah satunya adalah Menko Polhukam Mahfud MD.

"Kemarin itu kita masih agak segar karena ada Pak Mahfud MD yang suka ngomong," ungkap Fahri. "Sekarang Pak Mahfud MD juga sudah jadi pendiam sepertinya."

Fahri juga menyoroti gaya bekerja Menko PMK Muhadjir Effendy yang dinilainya kurang inisiatif. Fahri menyatakan bahwa Menko PMK seharusnya bisa menjadi tameng dalam perang melawan pandemi corona.

"Harusnya isu COVID ini ada di tangan Menko Kesra (Menko PMK). Dia bertanggung jawab terhadap sektor kesehatan, kemiskinan, dia bertanggung jawab terhadap pendidikan dan semua sektor yang paling berat efeknya diterima oleh negara pasca COVID ini ada di sektor Menko Kesra," pungkas Fahri. "Tapi kita tidak terlalu lihat ada inisiatif yang kuat dari Menko Kesra untuk mengkoordinir ya."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts