Ahok Bongkar Gaji Kerja Di Pertamina, Akui Lebih Enak Jadi Gubernur Karena Alasan Haru Ini
Getty Images
Nasional

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membongkar gajinya selama bekerja sebagai Komisiaris Utama (Komut) di Pertamina, blak-blakan akui enak menjadi Gubernur karena alasan haru ini.

WowKeren - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok secara blak-blakan baru saja membongkar gajinya saat ini. Seperti yang diketahui, Ahok saat ini menjabat sebagai Komisiaris Utama (Komut) Pertamina.

Ahok lantas membandingkan antara gajinya sebagai Komut Pertamina dengan ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta. Rupanya, gaji Ahok saat ini jauh lebih besar dibanding saat ia menjadi pemimpin ibu kota beberapa tahun lalu.

”Saya mah enak sekarang, gaji lebih gede,” ujar Ahok dalam acara bincang-bincang bersama Andy. F Noya di Instagram @kickandyshow, Minggu (28/6). “Gaji ya gedean komisaris lah, jauh.”

Ahok membeberkan jika gajinya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2014-2017 lalu sebesar Rp7 juta sebulan. Ia mengaku masih mendapatkan tambahan tunjangan uang makan sebesar Rp30 juta dan mendapatkan fasilitas mobil dinas dengan sopir.

Sementara itu, Mantan Bupati Belitung Timur ini menyebut jika gajinya di Pertamina empat kali lipat lebih tinggi dari gubernur. Ia membeberkan mendapatkan gaji Rp170 juta setiap bulan.

”Kalau gaji gubernur kan Rp7 juta lebih sebulan, tunjangan uang makan Rp 30 juta, memang ada mobil dan sopir,” beber Ahok. “Kalau di Pertamina kita bisa dapat Rp170 juta gaji.”


Meski saat ini mendapatkan gaji lebih tinggi, namun Ahok mengaku jika dirinya lebih nyaman menjadi gubernur ketimbang komisiaris. Pasalnya, Ahok selama menjadi Gubernur DKI bisa lebih banyak membantu orang miskin.

Ahok menceritakan jika dirinya kerap mengeluarkan dana operasional hingga Rp3 miliar untuk membantu orang kurang mampu selama menjabat sebagai Gubernur DKI. Dana tersebut langsung disalurkan Ahok ke rekening masing-masing orang yang membutuhkan.

”Dua-duanya sih sama, tapi jadi gubernur lebih enak, bisa menolong orang banyak,” ungkap Ahok. “Saya punya dana operasional itu 1 bulan kita bisa pakai hampir Rp3 miliar untuk bantu orang miskin. Saya transfer langsung ke rekening mereka masing-masing.”

Ahok kemudian mengenang masa-masa dirinya menjabat sebagai pemimpin ibu kota. Setiap pagi, banyak warga Jakarta yang datang ke kantor Balai Kota untuk meminta bantuan kepadanya.

Selanjutnya, Ahok akan mentransfer uangnya lewat rekening Bank DKI kepada warga yang sangat membutuhkan tersebut. Ia menjelaskan alasan dirinya kerap memberikan bantuan lewat rekening Bank DKI karena agar transparan dan terbebas dari tuduhan melakukan penyelewengan dana.

”Terutama yang ijazahnya nyangkut ya. Kadang ada orang ijazah nyangkut, atau dia butuh beli obat nggak ditanggung BPJS,” kenang Ahok. “Tiap pagi orang datang minta bantuan tuh kita bantuin aja, asalkan dia punya rekening Bank DKI, kalau nggak punya kita bukakan dia Bank DKI.”

”Saya nggak mau dituduh nilep uang operasional kan, kalau kontan kan itu bisa dituduh nilep,” sambungnya. “Jadi kalau pakai rekening bank kan itu bisa tercatat dengan baik.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait