Jimin Akhirnya Datangi Mina dan Minta Maaf, Namun Sempat Marah-Marah dan Ancam Bunuh Diri
Selebriti
Konflik Mina Dan Jimin AOA

Mina minta maaf kepada publik atas terungkapnya konflik antara dirinya dengan Jimin. Selain itu, ia juga menceritakan apa yang terjadi dalam pertemuannya dengan Jimin dan para member AOA yang lain.

WowKeren - Setelah perlakuan buruknya diekspos oleh Mina, Jimin AOA akhirnya mendatangi mantan rekan satu grupnya itu dan minta maaf. Namun proses tersebut tak berjalan mulus karena Jimin sempat marah-marah kepada Mina.

Dalam postingan terbarunya, Mina minta maaf kepada publik atas terungkapnya konflik antara dirinya dengan Jimin yang mungkin membuat sebagian orang tak nyaman. Selain itu, ia juga menceritakan apa yang terjadi dalam pertemuannya dengan Jimin dan para member AOA yang lain. Berikut ini isi postingan Mina:

"Pertama, aku minta maaf karena menyebabkan keributan sepanjang hari dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi banyak orang. Ada banyak artikel yang pasti sulit dibaca. Beberapa bahkan mungkin tidak ingin mengetahuinya. Banyak orang datang menemuiku di rumahku dengan khawatir. Jadi aku minta maaf kepada semua orang karena membuat kalian khawatir.

Ada banyak gosip karena ini adalah tindakan yang seharusnya tidak dilakukan oleh selebriti. Jadi aku sangat menyesal. Beberapa jam yang lalu, para member dan bahkan manajer datang ke rumahku untuk berbicara. Pada awalnya, Jimin unnie datang dengan sangat marah sehingga aku bingung. Aku bertanya kepadanya apakah itu seharusnya ekspresi wajah yang datang untuk meminta maaf?

Jimin Akhirnya Datangi Mina dan Minta Maaf, Namun Sempat Marah-Marah dan Ancam Bunuh Diri

Source: Allkpop


Kami mengalami sedikit kesulitan ketika Jimin unnie bertanya di mana pisaunya dan apakah dia juga harus bunuh diri. Tapi kami duduk dan berbicara. Dia bilang dia tidak ingat dan aku terus berbicara tentang semua intimidasi. Tentu saja, aku mungkin tidak begitu jernih tapi dia terus mengatakan dia tidak ingat. Dia mengklaim bahwa dia melakukan ini dan itu tapi tidak melakukan ini dan itu. Tentu saja, aku tidak dapat mengingat setiap detail, tapi aku dengan jelas mengartikulasikan hal-hal yang dapat aku ingat ketika kami terus berbicara.

Jimin unnie mengira kami menyelesaikan segalanya pada hari pemakaman ayahnya. Tapi itu adalah pemakaman jadi aku hanya pergi untuk menghiburnya. Dalam sudut pandangnya, dia mungkin berpikir segalanya baik-baik saja karena aku mengirim pesan padanya pada hari itu dan dia meminta maaf tanpa mengingat tindakannya sendiri. Dia bisa berpikir seperti itu. Tentu. Tapi bagaimana rasa sakit selama sebelas tahun bisa hilang dalam sehari? Pada hari itu (pemakaman) kami tidak pernah berbicara tentang apa yang aku alami. Bagaimana kami bisa membicarakan hal-hal seperti itu di tempat seperti itu? Tentu saja, aku menghiburnya dengan sepenuh hati. Tapi aku kembali ke diriku yang dulu. Aku sangat rapuh sehingga bagaimana bisa aku kembali normal dalam satu hari?

Apa pun yang terjadi, kami terus berbicara. Setelah mendengarkan, Jimin unnie hanya melanjutkan untuk mengatakan, 'Maaf. Maafkan aku.' Bagaimanapun, dia meminta maaf, dan aku memutuskan untuk menerima permintaan maafnya. Dia pulang ke rumah dan member yang tetap tinggal dan membuatku berjanji untuk tidak melakukan hal-hal buruk. Itu berakhir dengan aku berjanji untuk menjernihkan pikiranku.

Aku percaya ayah kami sama-sama mengawasi dari surga. Aku tidak bisa menulis kebohongan jadi...um, aku benar-benar bertanya-tanya apakah Jimin unnie bisa merasakan sedikit rasa bersalah karena ekspresi wajahnya di awal. Pokoknya dia terus mengatakan dia menyesal. Ya, aku menerima permintaan maafnya. Aku memang mendengarnya... tapi...aku tidak tahu harus berkata apa.

Jujur, aku tidak melihatnya siap untuk meminta maaf kepadaku. Mungkin hanya kompleks inferioritas atau mungkin aku sangat marah dengan Jimin unnie. Dia bisa jadi sungguh-sungguh jadi aku tidak bisa membuat kesimpulan sendiri. Karena sekarang aku yang mengatur insiden ini... Aku sekarang akan tenang dan berusaha menjadi lebih baik saat mendapatkan perawatan. Aku akan memastikan tidak ada lagi keributan. Aku sangat menyesal... Aku akan berusaha memperbaiki diri dari sini. Ada begitu banyak orang yang mengalami kesusahan karena aku... Aku benar-benar minta maaf... Aku mengakuinya.

Aku masih tidak dapat menulis secara positif tentang Jimin unnie bahkan dalam postingan ini. Jujur, aku tidak bisa mengingat permintaan maaf yang dia berikan padaku pada akhirnya. Aku ingat aku sangat marah sehingga aku terus menatap langit-langit. Diriku rusah sampai tidak ada pemulihan jadi aku tidak bisa segera diperbaiki... Tapi aku tetap harus mengusahakannya. Aku telah memutuskan... Aku tidak akan menyebutkan apa-apa tentang kejadian ini lagi atau menulis tentang itu... Aku tidak akan mengatakan hal-hal tanpa menyaringnya... Aku tidak pandai menulis jadi aku tidak ingat apa yang aku tulis... Tapi aku minta maaf sekali lagi."

(wk/dewi)

You can share this post!

Related Posts