Angka COVID-19 Jabar Naik Lagi, Ridwan Kamil Larang SBMPTN Fisik Mahasiswa Luar Daerah
Instagram/ridwankamil
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melarang calon mahasiswa dari luar Jawa Barat untuk mengikuti tes secara tatap muka atau fisik lantaran laju COVID-19 di Jabar kembali naik.

WowKeren - Jawa Barat beberapa waktu lalu telah mencabut pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) skala provinsi. Sayangnya, usai pencabutan tersebut angka reproduksi atau laju penularan (Rt) virus Corona kembali meningkat, bahkan melebihi angka 1.

Sementara itu, saat ini pemerintah tengah menyiapkan pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Karena adanya kenaikan kasus baru, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun melarang calon mahasiswa dari luar Jawa Barat untuk mengikuti tes secara tatap muka atau fisik.


Ridwan pun meminta agar calon mahasiswa tersebut untuk melakukan tes secara online. "Karena kami mendapati ada kasus di Cirebon. Ada beberapa yang datang dari wilayah episentrum zona merah, jadi kami sudah putuskan yang boleh testing adalah calon mahasiswa yang berdomisili di Jabar," ujarnya, Jumat (3/7). "Kepada yang luar Jabar untuk di kota/kabupaten yang ada universitasnya melakukan testing-nya online dari luar Jabar."

Sebagai informasi, sebanyak tujuh perguruan tinggi di Jawa Barat akan menjadi penyelenggara Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020. UTBK akan dibagi dua gelombang untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Gelombang pertama akan digelar 5 sampai 14 Juli 2020. Sedangkan gelombang dua pada 20 sampai 29 Juli 2020.

Asisten Daerah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial Dewi Sartika mengatakan Pemerintah Provinsi Jabar sudah berkoordinasi dengan ketujuh perguruan tinggi yang akan melaksanakan UTBK-SBMPTN 2020 tersebut. Pada UTBK kali ini, ia berharap para pihak termasuk peserta dapat sama-sama melindungi dan menjaga keselamatan dalam rangka mencegah penyebaran virus.

Untuk itu, perlu dilakukan pembatasan mobilitas atau pergerakan peserta antar provinsi atau kabupaten kota. "Untuk melindungi dan menjaga keselamatan harus 100 persen harus memenuhi protokol kesehatan," ujar Dewi, Rabu (1/7) lalu.

Dari total 80.792 peserta UTBK se-Jabar, yang akan mengikuti tes di Institut Teknologi Bandung sebanyak 16.648, Universitas Padjadjaran (11.032), dan Institut Pertanian Bogor (14.887). Kemudian diikuti Universitas Pendidikan Indonesia sebanyak 15.234 peserta, Institut Seni Budaya Indonesia (7.206), Universitas Singaperbangsa Karawang (7.296) dan Universitas Siliwangi (8.489).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts