Peneliti Temukan Lubang Hitam Terbesar, Diklaim Bisa Lahap Matahari Dalam Sekejap
Pixabay
SerbaSerbi

Peneliti berhasil menemukan lubang hitam yang diklaim menjadi terbesar di Bima Sakti. Black hole ini bahkan disebutkan mampu melahap Matahari dalam sekejap.

WowKeren - Peneliti berhasil menemukan lubang hitam atau black hole yang diklaim terbesar di Bima Sakti. Semakin menarik, lubang hitam terbesar ini ternyata juga memiliki rasa lapar yang tidak kalah besar dengan ukurannya.

Dilansir dari Cnet, peneliti memberikan lubang hitam ini nama, yakni J2157. Ilmuwan dari Australian National University, Christopher Onken menyatakan jika lubang hitam ini mampu melahap massa satu Matahari hanya dalam waktu sehari.


Onken lantas membeberkan massa black hole ini yang dinilai 8.000 kali lebih besar dari semua lubang hitam yang pernah ditemukan. Lubang hitam yang dapat mencapai ukuran J2157 dijelaskan harus melahap setidaknya dua pertiga dari bintang yang berada di galaksi.

”Massa lubang hitam ini sekitar 8.000 kali lebih besar daripada lubang hitam yang ada di galaksi Bima Sakti,” jelas Onken. “Jika lubang hitam Bima Sakti ingin tumbuh sebesar itu, ia harus menelan dua pertiga dari bintang yang ada di galaksi kita.”

Lokasi lubang hitam J2157 ini disebutkan sangat jauh dari Bumi, yakni berjarak lebih dari 12 miliar tahun cahaya. Itu artinya lubang hitam ini ditemukan saat usia alam semesta masih sangat muda.

Jika dibandingkan dengan objek yang ada di galaksi, massa lubang hitam Itu 34 miliar kali lebih besar dibanding Matahari. Lubang hitam supermasif Sagitarius A* yang ada di galaksi Bima Sakti juga terbilang kerdil dibanding J2157.

Tim peneliti ini berhasil menemukan lubang hitam tersebut pada 2018 silam dan sekarang begitu terkejut dengan pertumbuhannya yang sangat cepat. Kini, para peneliti terus mencoba melakukan analisa bagaimana J2157 bisa berkembang dengan begitu cepat di awal terbentuknya alam semesta.

”Dengan lubang hitam sebesar ini, kami tidak sabar untuk melihat apa yang bisa kita pelajari tentang galaksi tempatnya berkembang,” ujar Onken. “Apakah galaksi ini termasuk salah satu raksasa di awal alam semesta, atau lubang hitamnya menelan banyak objek di sekelilingnya? Kami harus tetap menggali untuk mendapatkan jawabannya.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts