COVID-19 dan Demam Berdarah Miliki Sejumlah Gejala yang Sama, Begini Cara Cegah Salah Diagnosis
Health
COVID-19 di Indonesia

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Zubairi Djoerban menyatakan bahwa kesamaan gejala ini bisa menjadi kendala dalam melakukan diagnosis awal terhadap pasien.

WowKeren - Pasien demam berdarah rupanya memiliki sejumlah gejala yang sama dengan pasien virus corona (COVID-19), mulai dari gejala trombosit dan leukosit yang rendah, timbul demam, hingga pegal linu. Hal ini disampaikan oleh Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Zubairi Djoerban.

Zubairi menyatakan bahwa kesamaan gejala ini bisa menjadi kendala dalam melakukan diagnosis awal terhadap pasien. "Jadi kesamaannya ada demam, pegel linu, trombosit rendah, leukosit rendah, itu yang bisa menjadi kendala," ungkap Zubairi dilansir Republika pada Senin (6/7).

Sejumlah hal pun dilakukan agar tidak terjadi salah diagnosis. Menurut Zubairi, penanganan terhadap pasien demam berdarah dilakukan dengan cara yang hampir sama seperti perlakuan pada pasien COVID-19 yang disertai penyakit komorbid.

Pasien harus melakukan tes swab atau PCR terlebih dahulu untuk mengetahui ada atau tidaknya virus corona. Zubairi juga mengaku beberapa kali menemukan pasien demam berdarah yang kemudian disertai dengan COVID-19.


"Untungnya sekarang ada protokol kalau rawat inap harus tes COVID-19, untuk penyakit apapun. Untuk melindungi pasien dan juga orang lain di sekitarnya," ujar Zubairi. "Sekarang menjadi tidak terlalu sulit karena begitu rawat inap langsung dites swab."

Lebih lanjut, Zubairi menegaskan bahwa langkah pencegahan harus diutamakan untuk mencegah tingginya penyakit demam berdarah di tengah pandemi corona. Salah satu caranya adalah dengan membersihkan lingkungan dan tempat penampungan air untuk menghilangkan jentik nyamuk.

"Kalau untuk masyarakat pencegahannya dilakukan dengan menghilangkan jentik-jentik. Membersihkan saluran air, penampungan air harus dikuras," pungkas Zubairi. "Karena pencegahan itu lebih utama."

Sebelumnya, Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengungkapkan bahwa kasus demam berdarah dengue (DBD) semakin meningkat di Indonesia. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus DBD di Tanah Air telah melampaui angka 70 ribu di tahun 2020 ini.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts