Baru Longgarkan PSBB, Jabar Langsung Konfirmasi 2 Klaster Besar Corona
Reuters
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemprov Jawa Barat mengonfirmasi 2 klaster penyebaran wabah Corona yang kini sedang menjadi prioritas. Salah satunya Pabrik Unilever di Kabupaten Bekasi yang telah menginfeksi sampai puluhan orang.

WowKeren - Akhir Juni 2020 lalu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memutuskan menghentikan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) skala provinsi. Namun selang sepekan kemudian Ridwan mendapati adanya lonjakan kasus positif, bahkan sekarang mengakui perihal keberadaan 2 klaster besar penyebaran wabah.

Salah satu klaster besar yang tengah menjadi prioritas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jabar adalah daerah industri. "Daerah Industri, kita sedang lakukan tracing yang masif," kata Ridwan dalam keterangan persnya di Mapolda Jabar, Selasa (7/7).


Pernyataannya ini bercermin pada puluhan kasus positif yang "dipanen" dari pabrik milik PT Unilever Indonesia di Kabupaten Bekasi. Pelacakan pun dilakukan tak hanya kepada para pegawai di lingkup pabrik tetapi sampai ke keluarga dan kerabat para pegawai. "Karena itu, kita melakukan tracing dan tracking kepada mereka. Itu sudah terkendali dari sisi penyebaran," ungkap Ridwan.

Selain daerah industri, klaster lain penyebaran wabah Corona adalah institusi pendidikan kenegaraan. Klaster ini, imbuh Ridwan, berada di wilayah Bandung Raya.

"Klaster Kedua ada di institusi pendidikan kenegaraan di Bandung raya. Tidak satu, ada beberapa," terang Ridwan, seperti dilansir dari CNN Indonesia. "Itu juga sudah dikondisikan dan hari ini sampai minggu depan kita akan melakukan tes PCR kepada keluarganya."

Kendati demikian, Ridwan tak merinci institusi pendidikan yang ia maksud. Hanya saja saat ini pihak Gugus Tugas COVID-19 sudah melakukan pelacakan secara agresif, bahkan menyasar sekitar 1-4 orang anggota keluarga dari masing-masing pasien positif COVID-19 di klaster tersebut.

"Kita tes keluarga terdekatnya atau riwayat kontaknya untuk memastikan hal tersebut bisa dikendalikan," tutur Ridwan tegas. Ditemukannya kedua klaster ini menjadi perhatian tersendiri bagi Ridwan dan jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan kawasan asrama, baik pendidikan maupun di lingkup pekerjaan.

Selain di kedua klaster, Ridwan meminta masyarakat untuk lebih waspada di beberapa tempat yang memang riskan penyebaran wabah Corona. Seperti misalnya di tempat wisata, tempat pemberhentian kendaraan umum semacam terminal dan stasiun, sampai pasar tradisional.

Pada kesempatan itu Ridwan kembali membeberkan fakta bahwa angka reproduksi virus alias laju penularan wabah di Jabar kembali meningkat ke angka 0,91, nyaris mendekati ambang batas aman 1,0. Angka ini diakuinya didapat usai pihaknya melonggarkan PSBB dan mulai memberlakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB) alias new normal.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts