Antisipasi Surabaya Kekurangan Beras di Tengah Pandemi, Risma Sigap Lakukan Ini Jelang Paceklik
Getty Images
Nasional

Dalam satu bulan saja, kebutuhan beras masyarakat Surabaya bisa mencapai lebih dari 16 ton. Sehingga akan gawat jika kebutuhan beras ini tak tercukupi, terutama di masa pandemi.

WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menyiapkan langkah khusus sebagai antisipasi kebutuhan beras di Surabaya tak mencukupi. Ia mengaku telah menyiapkan program kedaulatan pangan.

Hal itu dilakukan dengan memerintahkan jajarannya untuk menanam umbi-umbian seperti ketela pohon, ubi jalar, hingga talas. Tanaman ini diharapkan bisa menjadi makanan pendamping beras.

Sehingga dengan begitu, warga tidak hanya akan bergantung pada beras sebagai pemenuhan makanan pokok. Risma juga menggiatkan penanaman pohon pisang.

"Saya juga belajar bagaimana makanan beras ini bisa dicampur. Kami juga membuat resep mi dari talas, mi dari ketela pohon, mi dari ketela rambat," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Sabtu (18/7). "Sehingga warga mungkin bisa memakan makanan selain beras, bisa yang lain."


Ia membeberkan, jika dalam satu bulan saja, kebutuhan beras masyarakat Surabaya bisa mencapai lebih dari 16 ton. Sehingga akan gawat jika kebutuhan beras ini tidak mampu tercukupi dengan baik, terutama di masa pandemi COVID-19 ini. Kendati demikian, Risma tidak berharap jika Surabaya akan benar-benar kekurangan beras.

"Kami akan tanami juga di Balai Kota, nanti lahan-lahan ini akan kita tanami padi, talas, selain itu kita juga tanam di bekas tanah ganjaran (Bekas Tanah Kas Desa)," jelas Risma. "Kita sudah tanam pisang, sukun, padi, ketela rambat, talas."

Pemkot Surabaya, dikatakan Risma telah bekerja sama dengan beberapa pihak yang memiliki lahan kosong tak terpakai. Lahan inilah yang akan dipakai untuk bercocok tanam.

"Jadi kita sudah tanam di lahan-lahan kosong itu," ungkap Risma. "Kita juga pakai alat berat untuk nyemprotnya, ada mobil PMK, mobil tangki air. Ada di beberapa tepi sungai juga kita tanami."

Salah satu yang diajak kerja sama Pemkot Surabaya adalah Surabaya Hotel School (SHS). Kerja sama ini berkaitan dengan resep mengolah makanan. Ia ingin agar masyarakat Surabaya, mulai dari orang tua hingga anak-anak mau mengonsumsi makanan selain beras." Seperti mi dari talas, terus mochi," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts