Seorang peternak lebah di Spanyol tak sengaja menemukan ulat pemakan plastik yang selama ini menjadi hama. Ulat itu disebut makan plastik lebih cepat dibanding bakteri.
- Neressa Prahastiwi
- Senin, 20 Juli 2020 - 12:41 WIB
WowKeren - Sampah plastik masih menjadi masalah pencemaran lingkungan hampir seluruh negara di dunia. Berbagai upaya dilakukan, sebut saja DKI Jakarta yang resmi melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai sejak 1 Juli 2020 lalu. Beberapa daerah di Indonesia juga memberlakukan kantong plastik berbayar untuk mengurangi penggunaannya.
Sebuah harapan untuk persoalan sampah plastik kemudian terdengar dari para peneliti di Spanyol. Mereka mengaku tak sengaja menemukan ulat yang memakan plastik dengan sangat rakus. Ulat ini ditemukan di peternakan lebah.
Ialah Federica Bertocchini, pakar biologi evolusi di Institute of Biomedicine and Biotechnology di Cantabria, Spanyol, yang memiliki hobi beternak lebah. Salah satu masalah yang dihadapi Bertocchini dalam beternak lebah adalah hama kupu-kupu lilin (Galleria mellonella).
Mengutip dari Deutsche Welle, kupu-kupu lilin sering kali bertelur di sarang lebah. Telur yang menetas menjadi larva atau ulat lantas bertahan di sarang lebah selama 6 minggu. Karena kesal, Bertocchini membersihkan sarang lebah dan memasukkan ulat-ulat tersebut ke dalam kantong plastik polyethilene.
Dalam waktu singkat, ratusan ular tersebut memakan kantong plastik dan membuat banyak lubang. Saat melakukan uji coba dengan 100 ekor ulat dalam kantong plastik berbobot 300 gram, kecepatan makan mereka disebut relatif tinggi.
Bayangkan saja, 100 ekor ulat bisa memakan sekitar 92 gram plastik polyethilene selama 12 jam pengamatan. Kecepatan itu disebut melampaui bakteri pemakan plastik. Bertocchini kini sedang melakukan penelitian kandungan kotoran ulat yang mencerna plastik polyethilene.
Selain itu, peneliti juga melakukan uji coba dengan melumat beberapa ekor ulat dan membubuhkannya pada plastik polyethilene. Penelitian tersebut menghasilkan fakta bahwa plastik juga berlubang dimakan bubur ulat.
Tim Federica Bertocchini kini sedang memburu enzim yang ampuh mengurai plastik dari ulat yang mereka temukan. Di masa depan, penemuan enzim tersebut diharapkan dapat menjadi solusi pembersih plastik di muka bumi ini.
(wk/nere)