Baru Ada Lagi Tahun 8786, Ini Waktu Terbaik Lihat Komet Neowise di Langit RI Bulan Juli
Brno University of Technology/Miloslav Druckmuller
SerbaSerbi

Peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto menyebut jika pihaknya sulit mengamati komet ini pada Senin (20/7) disebabkan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.

WowKeren - Satu lagi fenomena alam yang sayang untuk dilewatkan adalah melintasnya komet Neowise (Near Earth Object Wide-field Infrared Survey Explorer). Bukan fenomena langit biasa, komet Neowise termasuk ke dalam fenomena langka.

Pasalnya, komet ini memerlukan waktu 6.800 tahun untuk bisa kembali mendekati orbit bumi. Sehingga jika tidak sekarang, penduduk bumi diprediksi baru bisa melihat fenomena ini sekitar tahun 8786. Fenomena ini bisa dilihat di langit Indonesia mulai Minggu (19/7).

Namun hingga kini, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan komunitas Langit Selatan mengaku belum berhasil melihat komet Neowise. Adapun waktu yang terbaik untuk menyaksikan keindahan Sang Pencipta yang satu ini adalah pada 23 Juli setelah matahari terbenam.

Peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto menyebut jika pihaknya sulit melakukan pengamatan terhadap komet ini pada Senin (20/7) disebabkan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Selain itu, posisi komet juga masih berada di ketinggian yang rendah.


"Seharusnya sudah bisa teramati mulai kemarin, tetapi cuaca kurang mendukung pengamatan di banyak lokasi. Saat ini, C/2020 F3 NEOWISE berada di dekat ufuk saat senja," kata Rhorom dilansir CNN Indonesia, Selasa (21/7). "Jadi tantangan pengamatan di Indonesia karena awan sering muncul di dekat ufuk."

Untuk mendapatkan hasil terbaik, LAPAN telah melakukan pengamatan mulai dari Kupang hingga Bukittinggi. Pengamatan ini akan terus dilakukan hingga beberapa hari mendatang.

Sementara itu, waktu terbaik untuk bisa menyaksikan dengan jelas komet ini adalah 20 menit selepas maghrib. Namun, jendela waktu pengamatan akan berubah seiring berjalannya waktu.

"Jendela waktu pengamatan komet bertambah seiring waktu karena komet makin tinggi," kata dia. "Tapi komet makin redup karena makin jauh dari Matahari."

LAPAN menyebut jika komet ini akan terlihat semakin jelas jika cuaca di daerah tersebut cerah. Sebaliknya, komet akan semakin sulit terlihat di tempat yang memiliki polusi cahaya tinggi. Komet ini diprediksi akan mulai sulit dilihat 26 Juli mendatang.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait