Sri Mulyani Prediksi Indonesia Lolos Dari Jurang Resesi, Ini Alasannya
Instagram/smindrawati
Nasional
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan Indonesia mampu mencetak pertumbuhan ekonomi positif di 2020. Dengan demikian, Indonesia akan bisa lolos dari resesi yang sebelumnya telah menjerat Singapura dan Korea Selatan.

WowKeren - Pandemi corona membuat sejumlah negara masuk ke dalam jurang resesi tahun ini, seperti Singapura dan Korea Selatan. Namun demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan Indonesia mampu lolos dari jerat resesi dengan mencetak pertumbuhan ekonomi positif di 2020.

Sri Mulyani optimis jika pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2020 bisa bangkit alias mengalami rebound positif sebesar 0,4 persen. Kemudian di kuartal IV 2020 pertumbuhan ekonomi diprediksi mencapai 2 hingga 3 persen.

Dengan demikian, rata-rata pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 masih di atas nol persen. "Kondisi ekonomi kita keseluruhan setahun (2020) masih berada di zona positif," tutur mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut pada Selasa (28/7).

Di kuartal II 2020 lalu, Sri Mulyani memperkirakan ekonomi akan terkontraksi sebesar 4,3 persen. Adapun pertumbuhan pada kuartal I 2020 tercatat sebesar 2,97 persen.


Proyeksi Sri Mulyani ini dapat terealisasi dengan catatan penanganan COVID-19 dalam negeri telah terkendali di paruh kedua 2020. Sri Mulyani pun tak menutup kemungkinan jika proyeksinya ini akan mengalami revisi lantaran tingginya ketidakpastian global.

"Yang mempengaruhi perekonomian kita sendiri sangat tergantung pada penanganan COVID semester kedua, kuartal III dan IV," tegas Sri Mulyani. "Kalau penanganannya efektif dan berjalan seiring dengan pembukaan aktivitas ekonomi, maka kondisi ekonomi bisa recover (pulih)."

Sebagai informasi, resesi adalah keadaan di mana kontraksi ekonomi suatu negara berlangsung selama dua kuartal atau lebih. Singapura dan Korea Selatan dinyatakan memasuki jurang resesi usai laju ekonomi di kuartal I dan II negatif.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo juga sempat memberikan prediksinya terkait kondisi ekonomi Indonesia. Sang Presiden sempat menyebut bahwa Indonesia berpotensi mengalami penurunan signifikan dari segi pertumbuhan ekonomi nasional pada Kuartal II 2020, yakni mencapai minus 4,3 sampai 5 persen.

Terkait penurunan ini, Jokowi menegaskan merupakan dampak dari pandemi COVID-19 yang belum juga berakhir. Dan kondisi itu pun diperburuk karena pertumbuhan ekonomi dunia yang masih tertekan dan berubah-ubah, kebanyakan dalam konteks negatif.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts