Dedy Susanto menggelar jumpa pers setelah sekian lama menghilang. Ia membantah tudingan pelecehan seksual pada pasien sepertui yang diungkap oleh Revina VT.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Selasa, 18 Agustus 2020 - 14:55 WIB
WowKeren - Lama menghilang, Dedy Susanto kembali hadir di hadapan publik untuk membantah tudingan pelecehan seksual yang diungkap oleh selebgram Revina VT. Ia menyangkal melakukan sentuhan pada pasien.
"Tidak ada sentuhan sama sekali pada terapi atau training," kata Dedy saat jumpa pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (18/8) seperti dilansir dari Suara. "Kalaupun di-training, saya pernah posting video di YouTube itu antar peserta cowok sama cowok dan cewek sama cewek. Jadi kalau lihat tayangan YouTube saya peserta cewek sama cewek usap-usap pundak."
Dedy kemudian menegaskan bahwa ia menghormati semua pasiennya. Ia juga tidak membeda-bedakan mereka berdasarkan jenis kelamin. Bahkan menurut pengakuannya, ia memilih tidak bersalaman dengan pasien berhijab. "Sama perempuan berhijab saya begini kok (meletakan tangan di depan dada)," katanya.
Sementara soal Revina, Dedy membongkar penyebab permasalahan mereka. Ia yakin mantan kekasih Young Lex itu menuduh dirinya macam-macam karena memang sempat berdebat soal LGBT lewat DM Instagram. Perdebatan itu rupanya terjadi setelah mereka sepakat kolaborasi di YouTube.
"Tadinya oke sudah janjian. Malamnya sebelumnya besok kita janjian, malamnya di DM-DM singkat, bicara ringan," cerita Dedy. "(Revina tanya) 'Menurut Mas Dedy LGBT gimana? Sebenarnya saya sudah malas ngomongin itu. Gara-gara itu saya diserang'. Saya bilang 'LGBT itu bisa sembuh kok'. Nah beliau mengatakan bahwa,'LGBT itu bukan penyakit ngapain diterapi'."
Dedy menjelaskan panjang lebar soal pendapatnya. Ia mencontohkan seorang anak laki-laki yang benci pada ayahnya hingga dewasa. Gara-gara kebencian tersebut, sisi maskulin anak laki-laki itu rusak sehingga tak nyaman menjadi seorang pria. Dedy mengaku bisa menceritakan hal tersebut karena pernah terjadi pada pasiennya.
"Sehingga dia rada feminin. Saya cerita begitu karena fakta saya menghadapi seperti itu orang curhat sama saya," tutur Dedy. "Pas diterapi dia mengalami healing kemudian citra maskulinnya tumbuh lagi. Karena kisah nyata maka saya berani kasih contoh."
Seperti diketahui, Revina telah melaporkan Dedy ke polisi atas dugaan tindak pidana dengan Pasal 83 Jo Pasal 64 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Tidak tinggal diam, Dedy pun ikut melaporkan Revina ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media elektronik atau manipulasi data elektronik, sebagaimana tertuang dalam Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 atau Pasal 51 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.
Sebelumnya, Revina VT buka-bukaan membongkar kedok Dedy Susanto yang mengaku sebagai doktor psikologi. Selain tidak memiliki lisensi psikolog, Dedy juga dituding seringkali melakukan pelecehan seksual. Ia berdalih sebagai bagian dari terapi.
(wk/tria)