Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo pernah memperingatkan soal senjata biologis pemusnah massal pada 2017 silam. Seolah kebetulan, kini Indonesia sedang berhadapan dengan wabah COVID-19.
- Elvariza Opita
- Selasa, 18 Agustus 2020 - 15:53 WIB
WowKeren - Belum lama ini sosok mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo menyita perhatian banyak pihak dengan pernyataannya. Sebab ia secara tersirat mengaitkan "ramalannya" soal senjata biologis pemusnah massal pada 2017 dan pandemi COVID-19 pada 2020.
Gatot menyampaikan hal tersebut ketika memberi sambutan dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta. Awalnya ia mengenang pernyataannya sendiri pada 3 tahun lalu, yakni perihal ancaman senjata biologis massal.
"Tiga tahun lalu, 24 Oktober 2017, sesaat setelah pembukaan konferensi internasional, The Table Top Exercise untuk Global Head Security, saat itu saya bilang, kita patut mewaspadai adanya ancaman senjata biologis massal," ujar Gatot, Selasa (18/8). "Dan diciptakan untuk melumpuhkan negara lain dan berpotensi menciptakan epidemi."
Dan rupanya pernyataannya kala itu seolah dibuktikan dengan adanya pandemi COVID-19 yang saat ini sedang dihadapi oleh seluruh belahan dunia. Namun demikian Gatot menegaskan enggan menganggap pernyataannya tiga tahun lalu seolah ramalan terkait wabah virus Corona.
"Saya tidak menyatakan pernyataan saya tiga tahun lalu itu sepenuhnya tepat adanya," terang Gatot, seperti dilansir dari Kumparan. "Tapi sekali lagi, hari-hari ini kita telah dan sedang menghadapi pandemi yang tidak mudah."
Gatot sendiri sangat menyayangkan sikap pemerintah yang seolah meremehkan pandemi tersebut. Dan sekarang kondisi semakin terhimpit, tak hanya karena krisis kesehatan yang menjadi-jadi tetapi juga masalah ekonomi dan sosial.
"Kita sedang menghadapi pandemi yang tidak mudah," tutur Gatot. "Apalagi jika respons terhadap ancaman ini dipenuhi dengan sikap menggampangkan."
Diketahui Gatot bersama sejumlah tokoh nasional mendirikan gerakan bertajuk KAMI. Gerakan ini disebut-sebut sebagai upaya mereka untuk membantu menyelamatkan Indonesia yang sedang "di ambang" akibat terjangan berbagai krisis.
KAMI sendiri sudah mendeklarasikan gerakan mereka serta menyampaikan tuntutan kepada pemerintah di Tugu Proklamasi, Jakarta, pada Selasa (18/8) hari ini. Dilaporkan Kumparan, ada beberapa tokoh yang hadir seperti Din Syamsuddin, Rocky Gerung, Meutya Hatta, Prof. Dr Hafid Abbas, Prof. Chusnul Mariyah, Jumhur Hidayat, Ichsanuddin Nursi, Lieu Sungkharisma, Ahmad Yani, Said Didu, Refly Harun, dan tokoh-tokoh lain.
(wk/elva)