Kepopuleran 'Tilik' dan Bu Tejo belakangan terus meroket. Hingga berita ini diterbitkan, film 'Tilik' yang dibagikan kanal YouTube Ravacana Films telah disaksikan nyaris 3 juta penonton.
- Neressa Prahastiwi
- Jumat, 21 Agustus 2020 - 15:26 WIB
WowKeren - Film pendek "Tilik" belakangan ramai menjadi perbincangan warganet. Film pendek garapan Ravacana Films bersama Dinas Kebudayaan DIY yang disutradarai Wahyu Agung Prasetyo tersebut kini telah disaksikan nyaris 3 juta penonton. Joko Anwar dan Ernest Prakasa bahkan memberikan pujian dan menyebut "Tilik" layak menjadi trending.
Sebelum viral seperti saat ini, "Tilik" telah meraih penghargaan sebagai Film Pendek Terpilih Piala Maya 2018. Karakter Bu Tejo yang diperankan Siti Fauziah menjadi daya tarik tersendiri. Tak banyak yang tahu, Siti Fauziah ternyata juga pernah bermain dalam film "Bumi Manusia" garapan Hanung Bramantyo.
"Tilik" berkisah tentang rombongan ibu-ibu sebuah desa yang ingin menjenguk (tilik) Bu Lurah di Rumah Sakit kota. Mereka menaiki bak truk dan membicarakan banyak hal selama perjalanan. Salah satunya mengenai Dian, kembang desa yang tak disukai ibu-ibu karena status lajangnya dan banyak didekati para pria.
Selain "Tilik", masih banyak film pendek karya Sineas Tanah Air yang harus banget ditonton. Berikut beberapa film pendek yang bisa dinikmati secara gratis dan legal di YouTube.
(wk/nere)1. Unbaedah
Bagi yang belum puas melihat Bu Tejo di "Tilik", Siti Fauziah juga tampil di film pendek "Unbaedah. Film ini ikut serta dalam ajang Anti Corruption Film Festival (ACFFest) 2019 dan menjadi pemenang favorit. Oleh sebab itu, "Unbaedah" dibagikan melalui kanal YouTube KPK RI.
Siti Fauziah berperan sebagai tokoh Baedah, ibu rumah tangga yang suka mengambil nasi berkat lebih dari satu. Sang tetangga, Mardiyah, yang tak kebagian nasi berkat karena ulah Baedah tentu saja geram. Karena perbuatannya, Baedah diteror arwah gentayangan.
2. Los Jogjakartoz
"Loz Jogjakartoz" merupakan film pendek garapan Kebon Studio Film bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Yogyakarta. Disutradarai Sidharta Tata, film "Loz Jogjakartoz" ingin memperlihatkan kehidupan malam di Jogja. Selain itu, karakter tokoh di "Loz Jogjakartoz" terinspirasi dari keberagaman warga lokal.
Seekor burung mahal yang dimiliki Artos tak disangka menyeretnya pada berbagai masalah. Burung mahal tersebut diperebutkan oleh banyak orang, mulai dari polisi hingga preman. Nyawa Artos pun ikut jadi taruhan demi mendapatkan kembali burung mahal tersebut.
3. Lemantun
Film pendek "Lemantun" merupakan peraih penghargaan terbaik di Piala Maya 2015. Film yang merupakan Tugas Karya Akhir S-1 di FFTV Institut Kesenian Jakarta tahun 2014 itu juga meraih penghargaan Film Pendek Terbaik XXI Short Film Festival 2015 dan Film Pendek Terbaik Apresiasi Film Indonesia 2015.
"Lemantun" berkisah tentang seorang ibu yang membagikan warisan kepada 5 anaknya berupa lemari. Tri sebagai anak tengah tak tahu harus membawa lemari itu ke mana. Film ini ternyata terinspirasi dari kisah asli keluarga sang penulis sekaligus sutradara film "Lemantun", Wregas Bhanuteja.
4. Natalan
"Natalan" juga merupakan film produksi Kebon Studio Film dan disutradarai Sidharta Tata. Aktor kenamaan Ramon Y. Tungka berperan sebagai sang tokoh utama, Resnu. Selain Ramon, film yang dirilis pada 2015 silam ini juga menghadirkan akting apik dari Clara Soetedja, Mien Brodjo, dan Brilliana Desy yang berperan sebagai Yu Ning dalam film "Tilik".
Resnu dikisahkan berjanji pulang ke Yogyakarta untuk bertemu sang ibunda. Kepulangan Resnu sekaligus untuk merayakan misa malam Natal. Dalam perjalanannya dari Jakarta, Resnu yang pulang bareng sang istri merasa gelisah sekaligus rindu pada sang ibu.
5. Elegi Melodi
Masih berkisah tentang ibu, film pendek "Elegi Melodi" menyajikan kisah yang tak kalah menyentuh. "Elegi Melodi" merupakan garapan kreator film Balik Jakarta yang menjadi salah satu nominasi di Piala Citra 2018. Sang penulis dan sutradara adalah Jason Iskandar.
Melodi adalah perempuan tua yang telah divonis kanker. Ia ingin mewujudkan impian untuk menjadi penyanyi dan membuat video klip yang kelak akan diputar di pemakamannya. Putra Melodi, Rio dan Akmal, bekerja sama untuk mewujudkan impian tersebut.
6. Something Old, New, Borrowed, and Blue
Film pendek "Something Old, New, Borrowed, and Blue" merupakan garapan Mouly Surya, sosok yang juga menyutradarai film "Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak". "Something Old, New, Borrowed, and Blue" menjadi film pembuka dalam Singapore International Film Festival (SGIFF) ke-30 pada 2019 lalu.
Meski hanya berdurasi tak sampai empat menit, "Something Old, New, Borrowed, and Blue" mampu menyuguhkan isu patriarki dan posisi perempuan. Berkisah tentang ibu - anak yang diperankan Christine Hakim dan Ayushita beberapa menit sebelum pernikahan. Pengantin perempuan "disembunyikan" karena dipersatukan dengan sang calon suami melalui sang ayah.
7. Singsot
Film pendek "Singsot" diproduksi Ravacana Films dan disutradari Wahyu Agung Prasetyo yang juga membuat "Tilik". Sejumlah penghargaan terlah diraih "Singsot", yakni pemenang di Fiagra Horor Film Festival 2016 dan Taman Film Festival 2017. Selain itu, "Singsot" juga masuk dalam seleksi resmi Jogja-Netpac Asian Film Festival 2016.
"Singsot" mengisahkan pengalaman horor seorang anak kecil yang menginap di rumah Kakek dan Neneknya. Hal itu terjadi setelah anak kecil tersebut mendengarkan cerita mitos dari sang nenek. Gara-gara kejadian horor itu, si anak tak lagi mau bersiul.