Pengunjung Alun-Alun Surabaya Membludak, Warga Khawatir Muncul Klaster Baru
Twitter/SapawargaSby
Nasional

Kerumunan terjadi lantaran adanya pembatasan pengunjung yang boleh masuk yakni maksimal hanya 160 orang sehingga sisa pengunjung yang tidak masuk bergerombol di luar

WowKeren - Pertunjukan seni yang digelar di alun-alun Surabaya menuai sorotan. Pasalnya, gelaran ini justru memicu terjadinya kerumunan orang.

Kerumunan terjadi lantaran adanya pembatasan pengunjung yang boleh masuk yakni maksimal hanya 160 orang. Alhasil, pengunjung yang sudah telanjur datang pun harus menghabiskan waktu di luar hingga menciptakan kerumunan.

Fenomena ini pun ramai menjadi perbincangan di media sosial. Tak sedikit pula warganet yang mengkritik langkah Pemerintah Kota Surabaya yang menggelar acara tersebut.

Melihat membludaknya pengunjung di sana, membuat sebagian warga enggan untuk datang. Salah satunya Hendra warga Dukuh Menanggal. Meski ia ingin pergi melihat alun-alu yang baru saja diresmikan saat HUT RI ke-75 itu, namun ia mengurungkan niatnya itu.

"Tapi waktu ramai di Instagram, bukan ramai soal keindahannya, malah keramaian orang-orangnya," kata dia dilansir Detik, Jumat (21/8). "Dari pada saya ke sana dan nanti ada klaster baru, mending nggak usah datang."


Oleh sebab itu, ia menyarankan agar Pemkot mempertimbangkan dengan matang jika hendak menggelar acara terutama yang berpotensi menciptakan kerumunan warga. Ia khawatir jika hal-hal semacam ini diabaikan justru akan menjadi awal mula munculnya klaster baru COVID-19.

"Sebelum dibuka apa lagi ada acara di sana yang mengundang banyak warga seharusnya sudah dipertimbangkan," lanjutnya. "Karena ramai diomongin, harusnya pemkot lebih memperhatikan ini biar tidak ada klaster alun-alun."

Sementara itu, warga Tambaksari, Syadza Putri, juga mengurungkan niatnya untuk datang ke alun-alun. Ia melihat masih banyak warga yang mengabaikan protokol pencegahan COVID-19 seperti jaga jarak.

"Intinya gamau dateng, kepingin iya tapi saya nggak mau hanya untuk melihat pagelaran sampai harus berdesak-desakan," ujarnya masih dilansir Detik. "Bener pakai masker tapi sama saja tangannya menyentuh satu dengan yang lainnya."

Menurutnya, risiko berkerumun akan sulit untuk dihindari terlebih lagi dengan adanya pembatasan pengunjung yang ada di dalam. "Untuk orang yang tidak bisa masuk dan akhirnya di luar mending nggak usah dateng dan akhirnya bejubel di pinggir jalan."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!