Jangan Protes Harga Tes Swab PCR Lebih Mahal Dari Rapid Test! 6 Fakta Ini Jadi Penyebabnya
Health

Harga tes swab PCR virus corona (COVID-19) selama ini jauh lebih mahal daripada biaya rapid test. Jangan protes! Ternyata 6 fakta ini menjadi penyebab utamanya.

WowKeren - Pemeriksaan virus corona (COVID-19) di Indonesia biasa dilakukan dengan menggunakan tes swab. Metode pengetesan COVID-19 tersebut mengandalkan metode Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Selain RT-PCR, Indonesia juga menggunakan rapid test sebagai alat mendeteksi virus corona secara cepat. Namun, penggunaan rapid test sendiri telah dikritik oleh sejumlah ahli di berbagai negara lantaran dinilai tidak efektif dalam mendiagnosis COVID-19.

Rapid test hanya bisa mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG yang diproduksi tubuh untuk melawan COVID-19. Saat seseorang melakukan pemeriksaan virus corona dengan menggunakan rapid test, maka hasil yang didapat hanya sebatas reaktif (terindikasi corona) atau non reaktif (tidak terindikasi corona). Jika mendapatkan hasil reaktif, maka orang tersebut tetap harus melakukan tes swab PCR demi memastikan diagnosis.

Rapid Test

Berbagai Sumber

Harga rapid test sendiri saat ini jauh lebih murah dari tes swab PCR. Pemerintah Indonesia bahkan telah menetapkan batas tertinggi biaya rapid test, yakni sebesar Rp150 ribu sekali tes. Berbeda dengan harga swab test yang berkisar dari Rp1,5 juta hingga lebih dari Rp2,5 juta suntuk sekali tes. Lantas, mengapa biaya tes RT-PCR bisa jauh lebih mahal dari rapid test?

Ahli mikrobiologi Universitas Indonesia (UI), Pratiwi Pujilestari Sudarmono menjelaskan jika RT-PCR lebih mahal karena menggunakan mesin khusus dan alat (kit) pendukung. “Semua komponen itu ditambahkan maka harganya menjadi mahal. Minimum harganya berkisar antara Rp1,2 sampai Rp1,5 juta," ujar Pratiwi dalam konferensi pers virtual Genomik Solidaritas Indonesia (GSI Lab) seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (2/9).

Selain itu, Pratiwi menjelaskan fakta-fakta lainnya yang belum banyak diketahui masyarakat mengenai penyebab mahalnya tes swab. Berikut 6 penyebab harga swab test RT-PCR di Indonesia bisa begitu mahal:

1. Mesin Untuk Menguji Mahal

Swab Test

Berbagai Sumber

Penyebab pertama adalah mahalnya mesin untuk menguji spesimen virus corona. Pratiwi menjelaskan jika tes PCR sendiri biasa dilakukan melalui dua tahap.

Tahap pertama, virus yang ada di dalam sel manusia harus diekstraksi terlebih dahulu. Tahap kedua, virus yang sudah keluar dari sel tersebut kemudian akan dideteksi apakah SARS-CoV-2 atau bukan.

Menurut Pratiwi, dua tahapan tes PCR dulu dilakukan secara manual. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, maka tahapan pengetesan tersebut mulai dilakukan dengan alat yang dibuat di pabrik untuk mengurangi tingkat kesalahan.

”Harga (per satu kali tes memakai) dua kit ini rerata adalah sekitar Rp500-600 ribu,” jelas Pratiwi. “Kemudian sisanya adalah swab-nya untuk mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan.

”Kemudian kita perlu Viral Transport Medium (VTM) agar virus tidak mati,” sambungnya. “Yang banyak di Indonesia adalah sistem terbuka di mana kita bisa beli kit dari banyak sekali sumber, kemudian kita pakai di berbagai merek mesin.”

2. Petugas Tes Swab Wajib Pakai APD


Petugas Pakai APD

Berbagai Sumber

Penyebab kedua yang membuat harga tes PCR menjadi mahal lantaran persiapan yang harus dilakukan oleh para petugas pengambil sampel. Setiap petugas tes swab wajib memakai alat pelindung diri (APD) lengkap demi mencegah penularan COVID-19.

Apalagi petugas tes swab harus mengambil sampel virus corona dengan jarak yang begitu dekat oleh pasien. Tentunya, hal tersebut membuat harga tes swab semakin mahal mengingat penyediaan APD sendiri membutuhkan jumlah dana yang begitu besar.

3. Alat PCR Dari Luar Negeri

Penyebab ketiga mahalnya biaya tes PCR karena alat pengetesan, yakni kit untuk PCR harus diimpor dari luar negeri. Kit sendiri membantu pengetesan virus corona menjadi otomatis.

Sayang, harga kit PCR sangatlah mahal lantaran sejauh ini hanya dirakit di luar negeri. Indonesia sendiri masih belum bisa membuatnya karena tidak ada pabrik yang memiliki kapasitas membuat kit PCR.

4. Limbah Medis Swab RT-PCR Berbahaya

Limbah Medis

Berbagai Sumber

Penyebab keempat adalah mengenai pembuangan limbah medis alat maupun sampel tes swab sendiri. Pratiwi menjelaskan limbah swab sangat berbahaya dan bisa menularkan virus corona yang telah diperiksa.

Oleh sebab itu, limbah swab test tidak bisa dibuang secara sembarangan. Ada sejumlah prosedur yang harus dilakukan untuk menghancurkan limbah medis tersebut, dan biaya yang dibutuhkan pun sangat mahal.

”Kemudian perlakuan terhadap spesimen, virus, dan di laboratorium harus dilakukan di laboratorium khusus,” papar Pratiwi. “Harus dilakukan di laboratorium biosafery level-2 yang memerlukan pemeliharan yang spesifik.”

5. Jasa Dokter Dan Analisis

Dari sejumlah faktor-faktor di atas, Pratiwi mengakumulasi biaya yang diperlukan untuk sekali tes RT-PCR berkisar Rp1,2-1,5 juta. Namun, jumlah tersebut sama sekali belum mencakup biaya lan seperti jasa dokter hingga analisis yang berpotensi menyebabkan harga RT-PCR semakin melonjak.

6. Tes Swab RT-PCR Lebih Akurat

Terlepas dari semua penyebab di atas, Pratiwi menegaskan jika RT-PCR menjadi tes COVID-19 yang paling akurat selama ini. Walaupun mahal, namun swab test sama sekali tidak perlu diulang seperti rapid test antibodi untuk benar-benar mengkonfirmasi hasilnya.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait