Kenali Lebih Awal, Ini 8 Gejala Demensia yang Perlu Diwaspadai
Pixabay
Health

Ada beberapa gejala demensia yang sering diabaikan dan dianggap biasa saja. Padahal jika dikenali lebih awal, kita bisa mencegah penyakit ini memburuk. Penasaran apa saja gejalanya? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

WowKeren - Demensia merupakan gangguan kognitif luas yang meliputi gangguan pada daya ingat serta cara berpikir seseorang. Kondisi ini disebabkan oleh rusaknya sel saraf dan hubungan antara saraf pada otak. Risikonya bisa semakin besar pada seseorang yang mengalami pertambahan usia, memiliki riwayat demensia dalam keluarga serta menjalani gaya hidup yang tidak sehat.

Selain itu, ada beberapa penyakit yang juga berisiko menyebabkan demensia, seperti sindrom down, depresi, obesitas, hipertensi, diabetes dan lain sebagainya. Dengan berbagai faktor risiko tersebut, demensia tak hanya menyerang mereka yang berusia lanjut, namun juga bisa terjadi pada kaum muda. Demensia pada usia muda kebanyakan disebabkan oleh faktor genetik serta gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, jarang berolahraga dan lain sebagainya.

Karena berkaitan dengan fungsi otak, seseorang dengan kondisi ini akan mengalami berbagai kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk itulah mengenali gejala demensia sedini mungkin sangat penting dilakukan. Sebab dengan begitu, kita bisa segera memeriksakan diri ke dokter dan melakukan pengobatan sebelum terlambat. Lantas, apa saja sih gejala umum demensia yang sebaiknya kita waspadai? Langsung saja yuk simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.

(wk/eval)

1. Gangguan Daya Ingat


Gangguan Daya Ingat

Gangguan daya ingat merupakan gejala utama pada penderita demensia. Kondisi ini diawali dengan hilangnya memori jangka pendek. Contohnya, Anda akan sering lupa untuk melakukan apa pada saat tertentu, tidak mengingat alasan berada di suatu tempat hingga melupakan topik yang baru saja dibicarakan.

Kondisi ini akan sering terjadi, meskipun ingatan Anda tentang masa lalu kemungkinan masih sangat baik. Namun ketika penyakit sudah bertambah parah, memori jangka panjang juga akan ikut memudar dan Anda bisa sangat kesulitan untuk mengingatnya. Oleh karena itu, jika sudah merasakan gejala tersebut sebaiknya segera konsultasikan pada dokter.

2. Sulit Berkonsentrasi


Sulit Berkonsentrasi

Gejala berikutnya yang harus Anda waspadai adalah kesulitan berkonsentrasi. Meskipun Anda sudah mencoba untuk fokus, pikiran akan tetap terasa lambat. Bahkan Anda bisa sangat kesulitan menemukan jawaban dari pertanyaan yang tidak terlalu sulit untuk dipecahkan.

Seiring dengan berkembangnya waktu, gejalanya akan semakin meningkat. Penderita demensia akan kesulitan untuk melakukan perencanaan, seperti sulit untuk mengatur keuangan maupun menyusun jadwal kegiatan sehari-hari.

3. Mengalami Gangguan Kognitif


Mengalami Gangguan Kognitif
Pixabay

Jika Anda mengalami berbagai gangguan kognitif seperti berhitung atau berbahasa sebaiknya mulailah bersikap waspada, karena kondisi ini bisa menjadi tanda demensia. Contohnya, penderita demensia akan mengalami kesulitan untuk menjelaskan kata yang tepat saat berbincang dengan orang lain. Mereka juga akan kesulitan untuk membalas perkataan yang disampaikan oleh lawan bicaranya.

Selain bermasalah pada bahasa, penderita demensia juga bisa mengalami kesulitan menghitung angka. Mereka cenderung akan berpikir lama bahkan untuk menjawab pertanyaan yang mudah sekalipun. Jika kondisinya sudah parah, mereka bisa saja menjawab dengan salah meski sudah berpikir cukup lama.

4. Terjadi Perubahan Mood dan Kepribadian


Terjadi Perubahan Mood dan Kepribadian
Pixabay

Perubahan suasana hati tanpa alasan yang jelas juga rentan terjadi pada penderita demensia. Mereka cenderung lebih sensitif dan mudah marah, namun bisa tiba-tiba sangat bahagia. Dalam beberapa kasus, penderita demensia bisa menjadi pemalu hingga membuat orang-orang di sekitarnya keheranan.

Yang lebih mengkhawatirkan, penderita demensia juga bisa mengalami perubahan kepribadian. Mereka bisa sangat curiga dan ketakutan atau menjadi apatis serta tidak komunikatif. Perilakunya juga bisa berubah secara mendadak, misal menjadi terlalu akrab atau lebih ramah daripada biasanya.

5. Kesulitan Melakukan Aktivitas Sehari-Hari dan Sering Salah Meletakkan Benda


Kesulitan Melakukan Aktivitas Sehari-Hari dan Sering Salah Meletakkan Benda
Pixabay

Penderita demensia sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas sederhana karena kondisinya yang melemah. Aktivitas sehari-hari yang biasanya dapat mereka selesaikan dengan mudah seperti memasak, membersihkan rumah dan merapikan tempat tidur bisa menjadi pekerjaan yang teramat berat.

Selain itu, penderita demensia juga sering salah dalam meletakkan benda di tempat yang tepat. Siapapun memang dapat mengalami hal ini, namun jika terjadi berulang dalam jangka waktu yang lama, Anda patut waspada dan segera memeriksakan diri.

6. Disorientasi Waktu dan Ruang


Disorientasi Waktu dan Ruang

Gejala satu ini juga sangat umum dialami oleh penderita demensia. Kondisi ini bisa membuat Anda merasa kebingungan saat berada di tempat tertentu atau sulit mengenali orang-orang yang ditemui. Ini memang sesuatu yang pasti pernah kita alami dalam hidup, namun berbeda dengan penderita demensia yang kesulitan untuk keluar dari situasi tersebut.

Sebagai contoh, saat mengalami disorientasi waktu dan ruang seseorang bisa tiba-tiba lupa aktivitas apa yang ingin dilakukan atau kemana arah yang harus ditempuh untuk pulang. Dalam banyak kasus, penderita demensia mudah tersesat karena tidak ingat arah menuju rumah dan tidak mengenali bangunan yang ditempatinya.

7. Delusi dan Halusinasi


Delusi dan Halusinasi
Shutterstock

Penderita demensia yang sudah parah rentan mengalami delusi dan halusinasi. Kasus ini banyak ditemui pada demensia akibat alzheimer. Pada kondisi ini, penderita akan mengalami kesulitan mengingat yang berujung pada depresi, delusi dan halusinasi. Mereka bahkan dapat memikirkan berbagai hal yang tidak ada atau hilang dalam memorinya.

Pada tahapan yang lebih parah, mereka akan mengalami kesulitan berbicara dan memilih untuk berdiam diri. Jika sudah tak bisa menahan emosinya, mereka bisa marah-marah, bersikap agresif bahkan menuduh orang lain melakukan pencurian.

8. Kehilangan Inisiatif dan Semangat


Kehilangan Inisiatif dan Semangat
Pixabay

Saat menderita demensia, seseorang bisa menjadi sangat pasif dan kehilangan inisiatif. Mereka jadi enggan beraktivitas karena telah kehilangan semangat dan rasa percaya diri. Dalam beberapa kasus, penderita demensia akan jarang keluar rumah bahkan enggan menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga seperti biasanya. Karena sangat umum terjadi, kondisi ini sering dianggap sebagai depresi dan dibiarkan begitu saja.

Demikian delapan gejala demensia yang telah tim WowKeren rangkum untuk kalian. Simak juga artikel ini untuk mengetahui berbagai kebiasaan baik yang dapat menjaga kesehatan otak. Selain itu, Anda juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui berbagai gejala penyakit meningitis.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait