Air Hidrogen Disebut Bisa Tingkatkan Imun Pasien Corona, Ini Penjelasannya
Getty Images
Health
COVID-19 di Indonesia

Pasien yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid disarankan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh. Salah satunya adalah dengan meningkatkan konsumsi antioksidan.

WowKeren - Orang yang memiliki penyakit penyerta alias komorbid diketahui akan lebih berisiko terinfeksi virus corona (COVID-19). Spesialis Bedah Saraf, dr Bintang Cristo Fernando, Sp.BS, menjelaskan bahwa penyakit komorbid juga akan memperburuk kondisi pasien COVID-19 karena menurunkan imunitas, sehingga tubuh lebih rentan terkena penyakit.

Selain terus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dr Bintang pun menyarankan agar masyarakat yang memiliki penyakit komorbid untuk memperbaiki imun tubuh mereka. Beberapa cara di antaranya adalah dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, hingga mendapatkan antioksidan melalui air hidrogen.

"Selain tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat dan disiplin, bagi orang- orang pengidap penyakit penyerta dianjurkan untuk memperbaiki kondisi imun tubuh, mengatasi keluhan klinis, dan tetap kontrol faktor komorbidnya," jelas dr Bintang dilansir Republika pada Rabu (16/9). "Salah satu antioksidan tinggi kini bisa didapat dari minum dan inhalasi hidrogen. Banyak penelitian yang saya ketahui minum dan inhalasi hidrogen dapat sebagai antioksidan untuk bantu perawatan gangguan kardiovaskular, diabetes, dan paru-paru."


Lebih lanjut, dr Bintang menjelaskan bahwa air hidrogen yang diminum akan masuk ke dalam tubuh serta pencernaan dan terserap hingga sel-sel tubuh. Pasalnya, molekul hidrogen sangat ringan. Sedangkan melalui cara inhalasi, hidrogen akan langsung masuk ke rongga paru-paru sampai ke alveoli dan masuk ke pembuluh darah.

"Penggunaan hidrogen ini memiliki beragam manfaat dan fungsi contohnya saat sampai paru-paru, hidrogen memiliki fungsi sebagai antioksidan yang mendukung detoksifikasi sel. Jika sel-sel paru-paru itu sedang mengalami toxifikasi seperti CO-nya tinggi, tidak bekerja, atau sedang bengkak, antioksidan berfungsi untuk melakukan detoksifikasi sel," ungkap dr Bintang. "Hal itu membuat sel tersebut terhidrasi dan permukaan sel mitokondria yang sudah terganggu akan baik kembali, sehingga sel dapat bekerja lagi secara optimal seperti biasa dan mempercepat produksi kekebalan tubuh."

Sebelumnya, peneliti dari sejumlah negara juga sudah pernah membahas potensi hidrogen untuk membantu pengobatan COVID-19. Profesor Ilmu Farmasi di University of Toronto, Kanada, Dr. Shirley Xiao Yu Wu, menyatakan ada beberapa tim medis Tiongkok yang merekomendasikan penggunaan 66,6 persen hidrogen dan 33,3 persen oksigen untuk inhalasi sebagai pengobatan COVID-19. Pasalnya, hidrogen dinilai aman dalam mengurangi radikal bebas dan peradangan sitokin.

Sementara itu, Medical Trainer dr Elvin Gultom menyatakan gas hidrogen memiliki fungsi untuk mengurangi radikal bebas. Selain itu, hidrogen juga disebut meningkatkan pelepasan sitokin atau protein kecil yang berfungsi penting dalam sistem imun.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts